Tukang ojek di kawasan Pura Agung Besakih saat menunggu penumpang. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Ratusan warga Besakih mengais rejeki musiman sebagai tukang ojek kepada pamedek yang melakukan persembahyangan serangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Seharian mengojek, jasa tukang ojek ini bisa meraih hasil ratusan ribu rupiah.

Salah seorang tukang ojek, I Nyoman Sudana mengatakan, dirinya dari mulainya Karya IBTK pada 2 April sudah menawarkan jasa ojek kepada pamedek. Ia mencari penumpang di beberapa titik, mulai dari Manik Mas, area Bencingah, dan titik yang lainnya. “Di.mana ada pamedek, di sana mencari penumpang. Sekali angkut tarifnya Rp10 ribu,” ucapnya.

Baca juga:  Dipukul Pemedek, Pecalang Desa Adat Besakih Alami Memar di Wajah

Sudana mengatakan, untuk pendapatan sehari mengojek tidak menentu. Semua itu tergantung ramainya pamedek yang tangkil melakukan persembahyangan. “Kalau sepi, bisa hanya dapat Rp100 ribu. Kemarin dapat Rp150 ribu. Dan dua hari karena ramai seharian dapat Rp600 ribu, tumben dapat banyak,” katanya.

Tukang ojek lainnya, Wayan Widana mengatakan, dirinya mulai menawarkan jasa ojek sejak 31 Maret. “Saya ngojek dari pagi sampai sore. Tapi, kadang kalau ramai bisa sampai malam. Kemarin ramai lumayan dapat ngojek sampai Rp500 ribu. Kalau sebelumnya hanya dapat Rp100 ribu sampai Rp150 ribu,” jelasnya.

Baca juga:  Ini, Jadwal Salat Denpasar dan Sekitarnya 14 Desember 2025

Berdasarkan pantauan di lapangan, tukang ojek sejak pagi sudah berkeliling mencari penumpang. Tukang ojek tersebar di beberapa titik di area kawasan Pura Agung Besakih. Mulai dari sebelah timur Setra Desa Adat Besakih, padma bhuana, dan titik yang lainnya. Untuk mendapatkan penumpang, mereka harus antre bergiliran dengan jasa ojek lainnya. Bahkan, panjang anteran bisa mencapai 50 meter. (Eka Parananda/balipost)

 

BAGIKAN