Penanganan bencana oleh BPBD Tabanan. (BP/istimewa)

 

SINGASANA, BALIPOST.com – Penanganan bencana yang terjadi sejak akhir 2025 membuat anggaran kebencanaan di Kabupaten Tabanan cepat terserap. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan mencatat, dari total anggaran Rp 6 miliar tahun 2026, sebesar Rp 1,5 miliar telah digunakan untuk penanganan selama empat bulan terakhir.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, Rabu (8/4), mengatakan anggaran tersebut digunakan untuk penanganan bencana sejak Desember 2025 hingga Maret 2026, sekaligus mendukung kesiapan operasional di lapangan.

Baca juga:  Badung Penuhi Peluang Pasar Ekspor Dari Kopi

“Dari total Rp 6 miliar, Rp 1,5 miliar sudah kami ajukan untuk penanganan bencana dalam periode Desember hingga Maret,” ujarnya.

Tingginya serapan anggaran dikarenakan  banyaknya kejadian bencana. Dari data BPBD Tabanan, pada Januari tercatat 36 titik, Februari 31 titik, dan Maret 28 titik. Mayoritas bencana berupa banjir dan tanah longsor seiring masih tingginya curah hujan.

Selain untuk penanganan darurat, BPBD juga mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan dan pengadaan peralatan. Sejumlah sarana seperti gergaji mesin (chainsaw), perahu karet, dan pompa air dinilai perlu diperbarui guna menunjang respons cepat petugas.

Baca juga:  Tahun Depan, Pantai Belatung Bakal Ditata

Srinada Giri mengakui, ada beberapa peralatan yang dimiliki saat ini mulai mengalami penurunan fungsi. Bahkan, saat penanganan pohon tumbang di lapangan, gergaji mesin sempat tidak berfungsi meski sebelumnya telah diuji.

“Kondisi ini menjadi evaluasi. Peralatan harus benar-benar siap saat digunakan di lapangan. Kami juga membutuhkan pompa air dengan pipa berdiameter besar agar penanganan banjir lebih maksimal,” tegasnya.(Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN