
BANGLI, BALIPOST.com – Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta mengakui kondisi fiskal daerahnya masih sangat lemah. Saat ini, pembangunan di Kabupaten Bangli masih bergantung pada sumber dana eksternal.
“Perlu kami sampaikan bahwa saat ini ruang fiskal Kabupaten Bangli tergolong rendah. Sekitar 90 persen pembangunan bersumber dari dana non-PAD, seperti BKK dari kabupaten lain,” ungkap Sedana Arta dalam pertemuan dengan Tim BPK Perwakilan Provinsi Bali terkait pemeriksaan terinci Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 di Kantor Bupati Bangli, Selasa (7/4).
Selain ketergantungan dana luar, diungkapkan juga bahwa Bangli menghadapi tantangan terkait aturan pusat tahun 2027. Sesuai regulasi, belanja pegawai maksimal hanya boleh 30 persen dari anggaran. Sementara saat ini, posisi Bangli masih tertahan di angka 46 persen
Menurut Sedana Arta perlu langkah ekstrem dan inovasi pendapatan agar target tersebut bisa terpenuhi. Salah satunya dengan pemberlakuan Imbal Jasa Lingkungan.
Menurutnya sebagai daerah hulu yang menyuplai air ke berbagai wilayah seperti Badung, Gianyar, Denpasar, hingga Karangasem, Bangli berharap ada keadilan ekonomi. Sedana Arta pun memohon dukungan BPK untuk mengkaji regulasi sesuai UU Nomor 1 Tahun 2022, agar daerah penerima manfaat air dari Bangli memberikan kontribusi nyata bagi Bangli.
Sementara itu menghadapi pemeriksaan terinci LKPD Tahun Anggaran 2025, Sedana Arta menginstruksikan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk kooperatif dengan Memberikan akses data seluas-luasnya kepada tim BPK. Sedana Arta juga meminta OPD menunjuk Staf Kompeten yang benar-benar menguasai data untuk mendampingi pemeriksa.
Sementara itu Kepala BPK Perwakilan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Satria Perwira mengapresiasi keterbukaan Pemkab Bangli. Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan terinci ini adalah validasi atas bukti-bukti sah di lapangan. “Tujuan akhir dari pemeriksaan ini bukan hanya soal opini WTP, tetapi bagaimana pengelolaan keuangan daerah benar-benar memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Bangli,” tegasnya. (Dayu Swasrina/balipost)










