Sebanyak 200 peserta dari kalangan pelajar SD, SMP, SMA hingga SLB Negeri Gianyar ambil bagian dalam kegiatan melukis spontan bertema Cagar Budaya yang menjadi rangkaian Pekan Budaya Gianyar di Alun-alun Gianyar, Senin (6/4).(BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Alun-alun Kabupaten Gianyar menjelma menjadi ruang ekspresi terbuka bagi generasi muda pada Senin (6/4) sore. Sebanyak 200 peserta dari kalangan pelajar SD, SMP, SMA, hingga SLB Negeri Gianyar ambil bagian dalam kegiatan melukis spontan yang menjadi bagian dari rangkaian perayaan Pekan Budaya Gianyar.

Berbeda dari penyelenggaraan biasanya, kegiatan kali ini secara khusus mengangkat tema situs cagar budaya yang ada di Kabupaten Gianyar. Para peserta tampak antusias menuangkan imajinasi mereka ke atas kanvas, menggambarkan kekayaan warisan budaya mulai dari pura, situs bersejarah, hingga lanskap budaya khas Bali yang masih lestari hingga kini.

Baca juga:  Kasad Akan Distribusikan Seribu Alat Rapid Test

Suasana alun-alun sejak sore hari dipenuhi semangat kreativitas. Tidak hanya para pelajar, kegiatan ini juga diramaikan oleh keterlibatan komunitas seni lukis senior, salah satunya komunitas Baturulangun Batuan. Kehadiran mereka tidak hanya untuk berpartisipasi, tetapi juga berbagi pengalaman dan teknik dengan para pelukis muda.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai sarana edukasi visual untuk mengenalkan nilai-nilai warisan leluhur kepada generasi zed dan alfa sejak dini.

“Melalui tema cagar budaya, kami ingin generasi muda lebih mengenal dan mencintai warisan leluhur yang ada di Gianyar. Ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya melalui pendekatan kreatif,” ujar Adi Parbawa di sela-sela peninjauan kegiatan.

Baca juga:  TPS 05 Dauh Puri Jadi Lakukan PSU, Hanya untuk Pilpres

Menurutnya, keterlibatan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan, termasuk siswa sekolah luar biasa (SLB), menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap seni rupa. Hal ini dipandang sebagai modal penting dalam menjaga eksistensi Gianyar sebagai “bumi seni” dan pusat budaya di Bali.

Adi Parbawa juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan agar potensi para pelajar dapat berkembang maksimal. Ia berharap kegiatan semacam ini mampu menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) yang kuat terhadap budaya lokal di tengah arus modernisasi.

Baca juga:  Prajurit TNI Dituntut Peka Dinamika Situasi Bangsa

“Melukis spontan ini menjadi ruang belajar, apresiasi, dan interaksi antar pelaku seni, khususnya bagi generasi penerus kita,” imbuhnya.

Coretan demi coretan yang lahir dari tangan-tangan muda ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya tidak hanya terpaku pada upacara atau tradisi lisan, tetapi juga melalui karya seni visual yang terus berkembang mengikuti zaman. Di bawah langit sore Gianyar, kreativitas para pelajar ini memberikan harapan baru bagi masa depan seni rupa daerah yang tetap berpijak pada akar budaya.(Wirnaya/balipost)

BAGIKAN