Petugas pasang garis polisi di TKP tenggelamnya remaja asal India.(BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Seorang remaja warga negara (WN) India berinisial SA (14) ditemukan meninggal di kolam renang hotel di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kesiman, Kertalangu, Denpasar Timur (Dentim), Rabu (1/4) malam. Padahal korban hendak mengikuti turnamen sepakbola international di Bali bersama teamnya. Korban diduga tenggelam saat berenang.

Kapolsek Dentim Kompol Ketut Tomiyasa, Minggu (5/4), saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian itu. Dari keterangan saksi, AV (21) ia sedang membuang sampah  pukul 21.10 Wita. Saat kembali melewati jembatan di atas kolam, AV  asal NTT ini curiga melihat ada bayangan hitam di dasar kolam.

“Saksi (AV) langsung memanggil karyawan bagian engineering, Pj yang kebetulan sedang menabur obat kolam. Mendengar itu, Pj langsung lari ke arah kolam renang, diikuti karyawan lainnya yakni satpam, karyawan restoran dan resepsionis,” ujarnya.

Baca juga:  KUPVA BB Ilegal Rusak Citra Bali

Karyawan hotel langsung melompat ke dasar kolam dan mengevakuasi korban ke gazebo. Saat itu korban mengenakan celana pendek dan baju hijau serta mengenakan kaos kaki putih.

AV sempat menekan dada korban beberapa kali, namun tidak ada nafasnya. Selanjutnya korban dibawa ke RS Dharma Yadnya dengan mobil hotel. Saat diperiksa petugas medis korban dinyatakan meninggal.

Kapolsek mengatakan korban dan tim sepakbolanya sudah beberapa hari tinggal di hotel tersebut. Mereka sedianya akan mengikuti turnamen international di Bali.

Sedangkan keterangan manager club, AK (26), sebelum kejadian pukul 19.30 Wita ia sempat mondar-mandir di pinggir kolam. Saat itu AK melihat di kolam kecil ada tiga orang bermain. Sedangkan di kolam dewasa ada  10 orang bermain. Sementara di taman,  ada tiga orang main sepak bola.

Baca juga:  Melintas, Warga Tewas Tertimpa Pohon Cengkeh

“Saksi (AK) mengaku tidak fokus sama anak-anak yang main di kolam besar dan kecil karena sedang terima telepon,” tegasnya.

Selanjutnya AK balik ke kamar hotel di lantai 2 dan sempat tidur. Pukul 20.23 Wita, AK meninggalkan hotel bersama timnya hendak makan ke restoran di Jalan Danau Tandakan, Sanur, Denpasar Selatan. Sementara SA memilih tidak ikut dan tinggal di hotel. Ada seorang anak diajak makan oleh orangtuanya.

Baca juga:  Diduga Tolak Rawat Pasien hingga Meninggal, Suami Korban Laporkan 2 RS Ini ke Polda

Saat makan, AK ditelepon oleh anggota tim lain dan diberi tahu jika  salah satu anak didiknya yakni SA tenggelam. AK panik dan langsung balik ke hotel. Selanjutnya ia bersama empat temannya ke RS Dharma Yadnya.

Kompol Tomiyasa mengatakan, korban diduga tenggelam di kolam kedalaman 2 meter. Tim Unit identifikasi Polresta Denpasar sudah melakukan olah TKP dan memeriksa kondisi jasad korban di RS Dharma Yadnya, Denpasar.

“Saat ini korban dititipkan di RS Bali Mandara. Nihil ditemukan kekerasan, di hidung kiri korban mengeluarkan buih halus putih. Kami masih menunggu hasil autopsi dari RS Bali Mandara,” tutupnya.(Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN