Suasana di Tirta Sudamala saat Banyu Pinaruh, Minggu (5/4). (BP/ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Tirta Sudamala di Banjar Adat Sedit, Kelurahan Bebalang, Bangli, menjadi salah satu tujuan malukat saat hari raya Banyu Pinaruh. Namun, pada Minggu (5/4), kunjungan terpantau tidak sepadat biasanya.

Hal itu diakui Petengen Banjar Adat Sedit, Nyoman Mudastra. Dia mengungkapkan bahwa kunjungan pada Banyu Pinaruh kali ini lebih landai dibandingkan dengan enam bulan lalu. “Kunjungan sudah mulai sejak jam 6 pagi. Yang datang hari ini tidak terlalu membeludak,” ujarnya, ditemui Minggu siang.

Baca juga:  2019, DTW Ulundanu Beratan Target Satu Juta Kunjungan

Menurutnya, landainya kunjungan disebabkan karena rahinan Banyu Pinaruh kali ini berbarengan dengan pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih. Banyak masyarakat yang kemungkinan lebih memilih untuk tangkil ke Pura Agung Besakih.

Selain itu, Mudastra menambahkan bahwa saat ini sudah banyak muncul pilihan tempat malukat baru di berbagai daerah sehingga konsentrasi umat tidak lagi tertuju hanya pada satu titik. Meski demikian, Tirta Sudamala tetap memiliki daya tarik tersendiri.

Baca juga:  Pasraman Siswa dan Guru Ajeg Bali Melatih Disiplin dan Pengendalian Diri

Dijelaskan Mudastra, Tirta Sudamala memiliki 11 pancuran. Tirta Sudamala bukan sekadar tempat pembersihan diri. Bagi sebagian masyarakat, tempat ini dipercaya sebagai tempat penyembuhan niskala.

Mudastra mengungkapkan tak sedikit pamedek bahkan dari luar Bali datang malukat setelah merasa buntu berobat secara medis. Selain umat Hindu, warga non-Hindu dan wisatawan mancanegara juga ada yang berkunjung untuk meditasi.

Masyarakat yang hendak melukat untuk pertama kali di sini, sarana minimal yang disarankan adalah pejati. Selain momen Banyu Pinaruh, Tirta Sudamala biasanya ramai dikunjungi pada rahinan Purnama, Tilem, serta Kajeng Kliwon. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Kampung Kodok Digerebek, Ratusan Ball Pakaian Impor Bekas Disita
BAGIKAN