
SINGARAJA, BALIPOST.com – Ratusan atlet muda di Kabupaten Buleleng mengikuti kegiatan talent scouting yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Buleleng sebagai langkah awal pembinaan jangka panjang. Kegiatan yang berlangsung di GOR Futsal FOK Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Minggu (5/4), diikuti sebanyak 465 atlet dari 48 cabang olahraga.
Program ini menjadi upaya strategis KONI Buleleng dalam menjaring bibit atlet potensial yang akan diproyeksikan untuk pengembangan prestasi dalam lima hingga enam tahun ke depan. Wakil Ketua II KONI Buleleng, Dr. I Ketut Iwan Swadesi menjelaskan bahwa melalui kegiatan ini pihaknya ingin memetakan potensi dasar atlet berdasarkan berbagai aspek fisik.
“Dari hasil tes ini akan terlihat potensi atlet berdasarkan aspek antropometri, fisiologi, dan anatomi tubuh. Nantinya akan diklasifikasikan menjadi kategori potensial, kurang potensial, maupun tidak potensial,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, peserta mengikuti 11 item tes, diantaranya pengukuran tekanan darah, tinggi dan berat badan, tinggi duduk, rentang lengan, lempar tangkap bola tenis, lempar tangkap bola basket dalam posisi duduk, vertical jump, agility run, sprint 40 meter, serta multistage fitness test (MFT). Rangkaian tes tersebut bertujuan mengukur kecepatan, kekuatan, dan kemampuan dasar atlet.
Hasil dari tes ini akan menjadi dasar dalam proses pembinaan awal, sekaligus membantu pelatih dalam mengidentifikasi atlet yang layak untuk dikembangkan lebih lanjut.
“Harapan kami, atlet-atlet yang memiliki potensi bisa dibina sejak dini sebagai generasi penerus di masa mendatang,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Buleleng, Gede Supriatna menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah penting dalam menyiapkan atlet berbakat untuk masa depan. Menurutnya, klasifikasi hasil tes akan menentukan prioritas pembinaan ke depan.
“Melalui tes ini akan terlihat klasifikasi atlet, mulai dari yang memiliki bakat tinggi, sedang, hingga yang belum menonjol. Ke depan, mereka yang potensial akan mendapatkan pendampingan dan prioritas pembinaan,” jelasnya. (Yudha/balipost)










