
GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) resmi membuka pelatihan berbasis kompetensi tahap awal tahun 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta menjawab tantangan kebutuhan pasar kerja yang kian dinamis.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar, I Gede Suardana Putra, Jumat (3/4) mengatakan Disnaker menggelar pelatihan ini tidak hanya fokus pada pengayaan wawasan, namun juga pembentukan karakter profesional bagi para pencari kerja.
“Pelatihan berbasis kompetensi tidak hanya menekankan pada pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan sikap profesional. Peserta diharapkan mampu bersaing di dunia kerja maupun menciptakan peluang usaha secara mandiri,” ujar Suardana Putra.
Pada tahap pertama di tahun anggaran 2026 ini, Disnaker Gianyar memprioritaskan dua bidang keterampilan yang tengah populer, yakni program barista dan junior make up artist (MUA). Masing-masing program dibuka sebanyak satu paket pelatihan.
Pemilihan program tersebut dinilai relevan dengan tren industri pariwisata dan gaya hidup saat ini. “Program ini kami rancang untuk mendekatkan akses pelatihan kepada masyarakat dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja sesuai kebutuhan pasar kerja,” tambahnya.
Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) AI Kabupaten Gianyar, Ni Ketut Dani, melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 32 peserta. Para peserta akan menjalani masa pelatihan intensif selama 20 hingga 23 hari, tergantung pada spesialisasi program yang diambil.
Ni Ketut Dani juga memaparkan bahwa seluruh pembiayaan kegiatan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gianyar yang tertuang dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Disnaker Tahun 2026.
“Tujuan utama pelatihan ini adalah meningkatkan daya saing tenaga kerja. Dengan kompetensi yang mumpuni, produktivitas akan meningkat, peluang kerja terbuka lebar, dan pada akhirnya mampu berkontribusi menekan angka pengangguran serta kemiskinan di Gianyar,” jelas Dani.
Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Gianyar berharap para peserta dapat memanfaatkan momentum ini secara maksimal untuk mengembangkan keterampilan teknis guna memasuki dunia kerja formal maupun merintis kemandirian ekonomi melalui wirausaha. (Wirnaya/balipost)










