Ilustrasi. (BP/Istimewa)

JAKARTA, BALIPOST.com – Mengutip data instagram @Seasia.stats ada deretan produk air kemasan yang populer di Asia dan Asia Tenggara. Salah satunya adalah Aqua yang menjadi satu-satunya air mineral produksi Indonesia yang masuk sebagai produk air kemasan atau botolan paling populer di Asia dan Asia Tenggara.

Aqua menjadi air kemasan paling populer di Indonesia. Seasia.stats dalam keterangan tertulisnya mencatat kekuatan dominasi brand air minum dalam kemasan (AMDK) asli Indonesia ini menjadi alasan produk tersebut mencatatkan volume penjualan terbesar di Tanah Air.

Baca juga:  Pasar Motor Listrik Makin Menjanjikan, Brand China Ini Ekspansi ke Indonesia

Di berbagai negara ASEAN lain, kekuatan brand domestik juga tetap menonjol. Malaysia mengandalkan merek lokal Spritzer. Singapura dengan Dasani, merek Singha di Thailand, Wilkins di Filipina, dan La Vie di Vietnam.

Sedangkan Korea Selatan memiliki Samdasoo, India dengan Bisleri, Di China dipimpin Nongfu Spring, merk Almarai di Arab Saudi, Erikli di Turki, dan Damavand di Iran.

Semua produk lokal ini berhasil mempertahankan dominasi pasar melalui kombinasi harga kompetitif, jangkauan distribusi luas, dan tingkat kepercayaan konsumen yang tinggi.

Baca juga:  Survei, Ini Deretan AMDK Paling Dipercaya Konsumen Indonesia

Meski demikian, preferensi konsumsi air kemasan tidak sepenuhnya seragam. Seperti Jepang dan Sri Lanka misalnya dimana penjualan air kemasan tidak didominasi oleh air mineral.

Penjualan air kemasan Jepang dominasi oleh minuman teh, terutama merek Oi Ocha yang mencerminkan budaya konsumsi teh yang kuat. Sementara itu, Pakistan dan Australia penjualan air kemasan dipimpin oleh merek global seperti Pepsi dan Coca-Cola.

Kasus unik terlihat di Sri Lanka, dimana minuman tradisional Orange Barley produksi Elephant House tetap menjadi favorit nasional. Hal ini menunjukkan kuatnya pengaruh budaya lokal terhadap pilihan konsumen.

Baca juga:  Experience Senggigi, the Oldest and Most Famous Tourism Destination in Lombok

Fenomena ini menunjukkan bahwa meski perusahaan global memiliki skala besar, kekuatan merek lokal tetap menjadi faktor utama dalam membentuk pasar minuman botolan di banyak negara Asia. (kmb/balipost)

BAGIKAN