Jajaran Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar bersama Majelis Kebudayaan Bali Wilayah Gianyar saat mengunjungi kediaman Made Djimat maestro Tari Jauk dan Topeng Tua di Banjar Pekandelan, Desa Batuan, Sukawati, Rabu (1/4).(BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Kebudayaan menobatkan maestro tari kawakan, I Made Djimat, sebagai penerima penghargaan Parama Satya Budaya. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi dan pengabdian luar biasa tokoh asal Desa Batuan tersebut dalam melestarikan seni budaya Bali selama puluhan tahun.

Mandat penghargaan ini disampaikan langsung oleh jajaran Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar bersama Majelis Kebudayaan Bali Wilayah Gianyar saat mengunjungi kediaman sang maestro di Banjar Pekandelan, Desa Batuan, Sukawati, Rabu (1/4).

Kepala Dinas Kebudayaan Gianyar, I Wayan Adi Perbawa, menjelaskan bahwa penganugerahan ini bukanlah proses singkat. Tim pakar budaya telah melakukan kajian mendalam selama empat bulan untuk menentukan sosok yang layak menerima gelar tersebut.

Baca juga:  Beri Layanan Terbaik, Bengkel AHASS Kembali Raih SQ Award

“Ini adalah penghargaan tertinggi dan dilakukan melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan. Setelah hampir 18 tahun tidak diberikan, Parama Satya Budaya akhirnya kembali dianugerahkan dan pilihan tersebut mengerucut pada satu nama, yakni I Made Djimat,” tegas Adi Perbawa.

Di usianya yang ke-84 tahun, I Made Djimat masih menunjukkan semangat yang prima. Sosok yang dikenal sebagai ahli Tari Jauk dan Topeng Tua ini telah membawa nama Bali ke panggung internasional sejak usia muda. Meski sudah lanjut usia, ia tetap aktif tampil, termasuk penampilan terakhirnya di panggung maestro di Jakarta pada Oktober 2025 lalu.

Baca juga:  Penghargaan Bagi Perintis LPD dan Launching Program Ajeg Bali

Selain sebagai penampil, I Made Djimat juga berperan besar sebagai pembina seni. Melalui tangan dinginnya, berbagai kelompok seni yang dibinanya sukses meraih prestasi di ajang bergengsi seperti Pesta Kesenian Bali (PKB).

Budayawan Anak Agung Gede Rai yang turut mendampingi kunjungan tersebut menyatakan bahwa perhatian pemerintah terhadap seniman sangat krusial untuk menjaga identitas Bali di tengah arus modernisasi.

Sebagai bagian dari penghargaan ini, Pemkab Gianyar telah menyiapkan piagam penghargaan dan pin emas. Uang pembinaan dengan kisaran Rp 75 juta hingga Rp 100 juta.

Baca juga:  Sembuh, 6 Pasien COVID-19 Dipulangkan dari RSUD Klungkung

Dukungan untuk keberlanjutan sanggar seni yang telah dirintis sang maestro sejak tahun 1971.

Selain itu, Pemkab Gianyar tengah mewacanakan pengabadian nama-nama tokoh budaya, termasuk I Made Djimat, sebagai nama jalan di beberapa titik strategis di wilayah Gianyar sebagai bentuk penghormatan berkelanjutan.

Penghargaan Parama Satya Budaya ini direncanakan akan diserahkan secara resmi oleh Bupati Gianyar, Made Agus Mahayastra, pada puncak perayaan HUT Kota Gianyar yang dijadwalkan pada pertengahan April mendatang. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN