Petugas melakukan pemeriksaan identitas penumpang bus yang tiba di Terminal Mengwi, Badung saat arus balik mudik Lebaran 2026. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Gelombang pemudik yang kembali ke Bali usai Lebaran 2026 membludak di Terminal Tipe A Mengwi. Dalam tiga hari, jumlah penumpang melonjak tajam dan menjadi sinyal kuat puncak arus balik telah tiba.

Kepala Wilayah Satuan Penanganan Terminal Tipe A Mengwi, I Dewa Gede Tantara Tesa Putra, pada Minggu (29/3) mengungkapkan bahwa tren peningkatan terjadi secara konsisten. Pada 24 Maret tercatat sebanyak 2.797 penumpang, meningkat menjadi 2.994 penumpang pada 25 Maret, dan kembali naik menjadi 3.152 penumpang pada 26 Maret. “Terjadi peningkatan jumlah penumpang selama tiga hari terakhir yang menandai puncak arus balik Lebaran tahun ini,” ujarnya.

Tak hanya jumlah penumpang, pergerakan armada bus juga mengalami peningkatan. Pada 24 Maret tercatat 108 unit bus, kemudian naik menjadi 125 unit pada 25 Maret, dan kembali bertambah menjadi 126 unit pada 26 Maret.

Baca juga:  Warga Diimbau Diam di Rumah, Sejumlah Bus dari Jawa Tiba di Terminal Mengwi

Menurut Tantara, kondisi ini dipicu tingginya mobilitas pemudik yang kembali ke Bali. “Usai libur panjang, para pemudik sudah kembali lagi ke Bali. Kondisi di terminal pun terpantau ramai, namun tetap terkendali,” sebutnya.

Peningkatan arus balik sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 23 Maret 2026 dini hari. Petugas Posko Terminal Tipe A Mengwi, Sayu Made Intan, menyebutkan bahwa pada hari tersebut tercatat 1.613 penumpang dengan 69 bus.

“Arus baliknya per kemarin di tanggal 23 Maret 2026 sudah ada peningkatan dari luar Bali. Itu kalau tanggal 23 Maret itu dari jam 00 dini hari sampai jam 12, sampai satu hari terpantau jumlah penumpangnya yang datang itu 1.613 orang,” ujarnya

Baca juga:  Puncak Arus Balik Lebaran, Rekayasa Lalin Disiapkan di Terminal Mengwi

Lonjakan kembali terjadi pada 24 Maret dengan 1.796 penumpang hingga pukul 11.00 Wita. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding hari normal yang rata-rata hanya sekitar 700 penumpang per hari. “Biasanya yang dominan itu Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kalau Jawanya dari Jakarta juga ada,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, terjadi peningkatan sekitar 11,35 persen dalam dua hari awal arus balik. Intan memperkirakan lonjakan akan terus terjadi hingga puncaknya pada 26 Maret. “Kira-kira diperkirakan arus puncak balik di tanggal 26. Diperkirakan akan ada lonjakan-lonjakan lagi,” paparnya.

Baca juga:  Sopir Angkutan Siswa Pertanyakan Penyelarasan Upah Pramudi

Mayoritas penumpang yang tiba dipastikan menetap di Bali, dengan hanya sebagian kecil yang melanjutkan perjalanan ke Lombok. Untuk mengantisipasi lonjakan, pengelola terminal telah menyiapkan berbagai langkah strategis, mulai dari pendirian posko terpadu, penambahan jalur bus, hingga penyediaan ruang tunggu alternatif.

“Kalau dari terminal sendiri kami sudah mendirikan posko untuk pemantauan arus baliknya. Untuk ruang tunggu juga sudah kami siapkan sekaligus ruang tunggu alternatif ada di lobby depan terminal untuk menjaga-jaga nanti ada lonjakan penumpang,” imbuhnya.

Pihak terminal memastikan pemantauan dan pengawasan dilakukan secara intensif hingga 30 Maret 2026. “Pemantauan dan pengawasan akan terus kami lakukan hingga 30 Maret mendatang,” tandasnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN