
DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Kota Denpasar mencatat indeks pembangunan manusia (IPM) pada 2025 telah mencapai 85,63. Angka inipun melampaui IPM Provinsi Bali yang mencapai 79,37 persen.
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, pada acara gathering pariwisata di Sanur, Sabtu (28/3/2026) mengatakan, dengan IPM 85, menempatkan Denpasar sebagai salah satu daerah dengan kualitas pembangunan manusia yang tinggi. IPM ini pun mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya (2024) yang tercatat 85,11.
Demikian dari sisi wajib belajar 12 tahun juga terlampaui yang rata-rata lama sekolah mencapai 14,14 tahun. “Rata-rata lama sekolah kita sudah 14,14 tahun, artinya target wajib belajar 12 tahun sudah tertebus. IPM kita juga sudah mendekati bahkan menembus 85,” katanya.
Dari sisi pertumbuhan perekonomian, di Kota Denpasar di Tahun 2025 mencapai 6,11 bertumbuh dari tahun sebelumnya yang tercatat 5,55. Angka pengangguran terbuka Tahun 2024 sebesar 2,11, mengalami penurunan pada Tahun 2025 sebesar 1,41. Sedangkan angka kemiskinan Tahun 2024 sebesar 2,59 menurun pada Tahun 2025 sebesar 2,16.
Kemudian dari sisi pembangunan di sektor kesehatan dapat dilihat dari angka harapan hidup. Angka harapan hidup penduduk yang lahir di tahun 2025 mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2024. Dimana, pada tahun 2024 angka harapan hidup sebesar 75,80 tahun meningkat menjadi 76,49 tahun ditahun 2025.
Ke depannya, pihaknya akan bekerja lebih maksimal agar capaian pembangunan bisa terus meningkat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Jaya Negara mengatakan, tingginya capaian tersebut ditopang oleh struktur ekonomi Denpasar yang didominasi sektor perdagangan dan jasa.
Sebagai ibu kota Provinsi Bali, Denpasar dinilai memiliki keunggulan kompetitif di sektor tersebut. Dan sektor perdagangan serta jasa berkembang sangat pesat dan menjadi penopang utama ekonomi daerah. (Widiastuti/balipost










