Titik kerusakan jalan yang sempat viral, salah satunya di kawasan Bukit Jati, Samplangan.(BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Menanggapi keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan yang rusak dan berlubang, Pemerintah Kabupaten Gianyar melakukan langkah responsif dengan membentuk satuan tugas (satgas) khusus. Inisiatif ini menyusul sorotan dari Ketua DPRD Gianyar, I Ketut Sudarsana, terhadap titik-titik kerusakan yang sempat viral, salah satunya di kawasan Bukit Jati, Samplangan.

Ketua DPRD Gianyar, I Ketut Sudarsana, Jumat (27/3), menyatakan bahwa cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan belakangan ini menjadi faktor utama pemicu kerusakan jalan di berbagai wilayah Gianyar. Ia mengakui adanya laporan warga yang terjatuh akibat lubang jalan, namun memastikan bahwa tindakan darurat telah dilakukan.

Baca juga:  Cakupan BanPres Diperluas Tahun Depan

“Laporan masyarakat mengenai pengguna jalan yang jatuh sudah langsung ditindaklanjuti. Koordinasi cepat dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah dilakukan untuk penambalan sementara di titik-titik rawan,” ujar Sudarsana.

Untuk menghindari pola penanganan yang lambat, Pemkab Gianyar kini mengalihkan strategi dari sekadar perbaikan insidental menjadi pengawasan rutin berbasis wilayah. Sesuai arahan Bupati, sebanyak 8 Satgas akan dibentuk untuk mengawal kualitas jalan di seluruh kabupaten.

Baca juga:  Anggota DPRD Bantah Tudingan Bawa Uang Bansos

Setiap satgas terdiri dari 10 petugas lapangan. Masing-masing tim bertanggung jawab memantau dan memelihara sekitar 40 kilometer jalan. “Tidak hanya menambal lubang, satgas bertugas mengecek saluran drainase, kebersihan bahu jalan, hingga kondisi lingkungan sekitar agar kerusakan tidak meluas,” jelasnya.

Sudarsana menjelaskan bahwa pembentukan satgas ini ditargetkan rampung pada April mendatang dan mulai beroperasi efektif pada Mei 2026.

“Satgas ini dibentuk per ruas jalan agar rantai informasi terputus. Begitu ada kerusakan, informasi cepat diterima dan segera dieksekusi. Ini juga bagian dari efisiensi anggaran pemeliharaan agar kerusakan kecil tidak menjadi besar dan membebani keuangan daerah di masa depan,” tambahnya.

Baca juga:  Rusak Parah, Akses Jalan Menuju Pantai Nyanyi

Melalui sistem pengawasan melekat ini, Pemkab Gianyar optimistis kualitas aksesibilitas masyarakat akan lebih terjaga, sekaligus menekan angka kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh faktor infrastruktur. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN