Layanan tes HPV DNA di Buleleng. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Buleleng mengintensifkan pelaksanaan tes HPV DNA sebagai langkah strategis menuju bebas kanker serviks. Upaya ini dilakukan dengan memperluas skrining berbasis molekuler yang dinilai lebih akurat, aman, dan nyaman, khususnya bagi perempuan usia 30 hingga 69 tahun.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Buleleng, Ni Nyoman Mertiasa, Jumat (27/3), mengatakan, tingginya potensi kasus kanker serviks pada perempuan usia produktif menjadi alasan utama digencarkannya skrining tersebut. Menurutnya, deteksi dini sangat penting untuk mengetahui sejak awal paparan virus HPV berisiko tinggi. “Jika terdeteksi lebih awal, penanganan bisa segera dilakukan sehingga tidak berkembang menjadi kanker serviks,” jelasnya.

Baca juga:  Operasional TPA Suwung Tutup, Antrean Truk Sampah Mengular Sepanjang Jalan Pulau Serangan

Ia menambahkan, program skrining HPV DNA tidak hanya dilaksanakan melalui kegiatan gebyar, tetapi juga rutin digelar di puskesmas guna menjangkau lebih banyak sasaran. Bahkan, layanan ini diberikan secara gratis sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Jangan takut untuk melakukan pemeriksaan. Ini justru langkah awal untuk melindungi diri. Kalau kita sayang pada diri sendiri, pasti ada keinginan untuk melakukan deteksi sejak dini,” imbuhnya.

Baca juga:  Kanker Serviks Bisa Dicegah Lewat Tes IVA

Dari sisi capaian, antusiasme masyarakat Buleleng dinilai cukup tinggi. Dari target 5.500 sasaran, hingga akhir Maret 2026 tercatat hampir 3.000 perempuan telah mengikuti pemeriksaan. Capaian ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya perempuan, terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN