Layanan Trans Siswa memberikan manfaat bagi pelajar di Tabanan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Layanan angkutan gratis bagi pelajar di Kabupaten Tabanan terus digenjot. Pada 2026, program Trans Siswa tidak hanya diarahkan memperluas jangkauan trayek, tetapi juga mulai mengarah pada penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi melalui rencana pemasangan Global Positioning System (GPS) pada armada.

Saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Tabanan masih mematangkan persiapan program tersebut melalui kajian teknis, termasuk menindaklanjuti usulan penambahan trayek dari sejumlah sekolah. Sedikitnya lima sekolah tingkat SMP mengajukan permohonan, masing-masing SMPN 3 Marga, SMPN 3 Selemadeg Timur, SMPN 2 Selemadeg, SMPN 2 Kediri, dan SMPN 3 Kediri.

Baca juga:  Lonjakan Kasus COVID-19 di Tabanan Masih Disebabkan Klaster Poltrada

Kepala Dishub Tabanan, I Made Murdika, Kamis (26/3), mengatakan usulan tersebut tengah dikaji untuk memastikan efektivitas layanan. “Tahun ini ada lima permohonan trayek dari beberapa sekolah,” ujarnya.

Menurutnya, penambahan trayek berimplikasi pada kebutuhan armada. Sebagai pembanding, pada 2025 program ini didukung 242 armada. Jumlah tersebut berpotensi meningkat jika seluruh usulan trayek baru diakomodasi.

Selain perluasan layanan, Dishub juga mulai mempertimbangkan penggunaan GPS pada setiap armada. Teknologi ini dinilai penting untuk mengontrol ketepatan waktu operasional, ketersediaan layanan, serta memastikan kesesuaian biaya dengan jarak tempuh riil kendaraan.

Baca juga:  Meski Kelulusan SMP Diumumkan Daring, Ini Tetap Dilakukan di Badung

“Sedang dipikirkan penggunaan GPS, apakah bisa direalisasikan tahun ini, termasuk skema sewa atau pembelian,” jelasnya.

Ia menambahkan, kepastian jumlah armada maupun penerapan GPS masih menunggu hasil kajian menyeluruh yang tengah berjalan.

Untuk mendukung keberlanjutan program, Pemkab Tabanan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 10 miliar melalui APBD. Namun, operasional Trans Siswa 2026 masih menunggu rampungnya kajian serta proses lelang operator. “Mudah-mudahan bisa beroperasi April atau Mei,” tegas Murdika.(Puspawati/balipost)

Baca juga:  Pohon Tumbang di Alas Kedaton, Sejumlah Toko Alami Kerusakan

 

BAGIKAN