BPS Kabupaten Gianyar mulai melakukan sosialisasi dan koordinasi sebagai langkah strategis menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gianyar mulai melakukan langkah strategis menjelang pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026. Pendataan berskala nasional yang dilakukan setiap sepuluh tahun sekali ini bertujuan untuk memotret peta kekuatan ekonomi wilayah secara menyeluruh, termasuk sektor digital yang kian berkembang pesat di Bali.

Kepala BPS Gianyar, Maria Iin Maidiana, Kamis (26/3), menyatakan bahwa SE 2026 merupakan instrumen vital untuk menyediakan data dasar seluruh kegiatan ekonomi. Data ini nantinya akan menjadi landasan utama bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan serta perencanaan pembangunan nasional yang lebih presisi.

Baca juga:  Perkuat Rantai Pasok Industri Otomotif, BRI Salurkan Pembiayaan ke IKM Lokal

“Data yang dikumpulkan akan memberikan gambaran struktur ekonomi, karakteristik usaha, hingga perkembangan ekonomi digital dan ekonomi lingkungan,” ujar Maria Iin Maidiana.

Berbeda dengan sensus sebelumnya, SE2026 memberikan perhatian khusus pada transformasi ekonomi. Pendataan tidak hanya menyasar sektor usaha mikro, kecil, menengah (UMKM), dan usaha besar, tetapi juga mencakup bisnis berbasis online atau e-commerce.

“Semua usaha akan didata, baik yang konvensional maupun digital. Ini penting agar potret ekonomi kita benar-benar utuh dan mencerminkan realitas di lapangan saat ini,” tegasnya.

Baca juga:  Kelompok Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan Sumbang Inflasi Tertinggi

Pelaksanaan lapangan dijadwalkan akan berlangsung selama empat bulan, mulai Mei hingga Agustus 2026. Hasil dari sensus ini diharapkan mampu menjawab berbagai tantangan strategis meliputi analisis daya saing usaha di tingkat regional, kontribusi nyata sektor UMKM terhadap perekonomian Gianyar, dan pemetaan potensi ekonomi wilayah untuk menarik investasi.

Selain bagi pemerintah, data ini juga dapat dimanfaatkan oleh kalangan akademisi untuk penelitian, serta bagi pelaku usaha sebagai referensi dalam menyusun strategi ekspansi dan membaca peluang pasar.

Menanggapi antusiasme masyarakat mengenai pelibatan tenaga lapangan, BPS Gianyar menegaskan bahwa hingga saat ini belum membuka pendaftaran rekrutmen petugas sensus. “Untuk rekrutmen petugas belum dilaksanakan saat ini karena jumlah kebutuhan masih dalam tahap finalisasi. Kami meminta masyarakat untuk memantau dan menunggu informasi resmi selanjutnya dari kanal komunikasi BPS,” tambah Maria.

Baca juga:  Aplikator Tanggapi Usulan Memasukkan Pengemudi Ojol ke UMKM

Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada kejujuran dan partisipasi aktif para pelaku usaha dalam memberikan data yang akurat. Dengan data yang berkualitas, kebijakan ekonomi daerah diharapkan dapat lebih tepat sasaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Gianyar. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN