
BANGLI, BALIPOST.com – Sebanyak 280 ogoh-ogoh siap diarak di Bangli saat pangrupukan atau H-1 Nyepi (17/3). Jumlah tersebut berdasarkan hasil pendataan Polres Bangli.
Ratusan ogoh-ogoh tersebut tersebar di empat kecamatan. Kecamatan Kintamani menjadi wilayah dengan jumlah ogoh-ogoh terbanyak, yakni mencapai 100 buah. Disusul oleh Kecamatan Tembuku sebanyak 73 buah, Kecamatan Susut 65 buah, dan Kecamatan Bangli sebanyak 42 buah. Ribuan warga diprediksi akan turun ke jalan untuk terlibat dalam pengarakan maupun menyaksikan pengarakan ogoh-ogoh tersebut.
Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Ketut Gede Ratwijaya, menegaskan bahwa pihak kepolisian telah menyiapkan pengamanan maksimal untuk mengawal rangkaian hari raya besar yang berlangsung beriringan tahun ini.
“Personel akan diturunkan maksimal. Anggota kami sudah di-ploting untuk atensi malam pengerupukan, Nyepi, Ngembak geni dan juga malam takbiran nanti,” terangnya, Senin (16/3).
Selain pengamanan keramaian, Polres Bangli juga memberikan perhatian khusus pada keamanan pemukiman, terutama rumah-rumah yang ditinggal mudik oleh penghuninya untuk merayakan Idul Fitri. Kawasan seperti wilayah Petak dan LC Bangli menjadi salah satu sasaran patroli karena sebagian besar warga di sana dilaporkan sudah mulai mudik.
“Patroli sudah kami giatkan sebelum operasi, saat operasi, hingga sesudahnya. Kami memiliki Satgas Preventif yang melakukan patroli rutin ke rumah-rumah kosong,” terangnya.
Dalam upaya menjaga kondusivitas wilayah, Polres Bangli menyiagakan 94 personel melalui Operasi Ketupat Agung 2026 yang berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Dalam operasi ini, Polres Bangli mendirikan dua titik pos utama untuk melayani masyarakat yakni Pos Pengamanan di kawasan Penelokan, Kintamani, dan Pos Pelayanan (Posyan) di dekat Alun-Alun Bangli. (Dayu Swasrina/balipost)










