Pekerja sedang menyiapkan sarana prasarana untuk pelaksanaan tawur kasanga di Catur Muka, Denpasar, Rabu (11/3). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pelaksanaan Tawur Agung Kasanga serta pengarakan ogoh-ogoh di Denpasar saat pengerupukan atau H-1 Nyepi nanti akan dipusatkan di kawasan Catur Muka. Rekayasa lalu lintas tentu diberlakukan untuk mendukung keberlangsungan acara.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar I Ketut Sriawan saat diwawancarai, Senin (16/3), mengatakan, untuk mendukung kelancaran acara dan keamanan di kawasan Catur Muka, penyesuaian arus lalu lintas diberlakukan di Jalan Gajah Mada menuju timur. Kendaraan dari arah tersebut dialihkan menuju selatan melalui Jalan Sumatra.

Baca juga:  Dikaji, Estimasi Biaya Upacara Keagamaan Umat Hindu di Bali Capai Rp40 Triliun per Tahun

“Untuk sementara, di simpang Gajah Mada-Sumatra-Arjuna kendaraan tidak diperbolehkan ke arah timur. Arus dialihkan ke selatan menuju Jalan Sumatra karena sejak pagi berlangsung pacaruan agung di Catur Muka,” katanya.

Sriawan menjelaskan, pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional dengan sistem buka-tutup di beberapa persimpangan lain di Kota Denpasar. Penyesuaian tersebut mengikuti pelaksanaan kegiatan adat di masing-masing catus pata atau perempatan yang menjadi lokasi kegiatan masyarakat.

Baca juga:  Kembali Mencuri, Residivis Diamankan

Pengaturan arus lalu lintas tersebut juga melibatkan berbagai unsur, mulai dari pacalang desa adat, linmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga unit lalu lintas dari masing-masing polsek bersama petugas Dishub.

“Pengamanan dan pengaturan lalu lintas dilaksanakan bersama pacalang, linmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta kanit lantas di masing-masing wilayah agar pelaksanaan pecaruan dan pengerupukan berjalan lancar,” jelasnya.

Dikatakannya, saat pelaksanaan pacaruan, lalu lintas diterapkan sistem buka-tutup. Sementara, menjelang arak-arakan ogoh-ogoh pada sore hingga malam hari, beberapa ruas jalan akan ditutup sementara.

Baca juga:  Pantai Samigita Ditata, Perindang Mulai Ditanam

Menurutnya, masyarakat pengguna jalan umumnya sudah memahami kondisi tersebut karena menjelang Pangerupukan biasanya ogoh-ogoh sudah mulai dikeluarkan ke pinggir jalan sejak siang hari. “Biasanya masyarakat sudah memahami situasi ini karena ogoh-ogoh sudah mulai keluar ke pinggir jalan sejak siang menjelang sore,” pungkasnya. (Widiastuti/bisnisbali)

BAGIKAN