IPBI sukses menggelar seminar “Penelitian Lapangan Pariwisata” Desa Wisata Kamasan, di Auditorium Kampus, Selasa, (19/12) lalu. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam upaya mendorong perkembangan pariwisata berkelanjutan dan pengembangan desa wisata, Kampus Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional (IPBI) Bali sukses menggelar sebuah seminar mengenai “Penelitian Lapangan Pariwisata” yang diselenggarakan di Auditorium Kampus, Selasa, (19/12).

Acara ini dihadiri oleh akademisi, perwakilan dari DPD Asita Bali, Kepala dan Sekretaris Desa Kamasan, serta perwakilan Dinas Pariwisata Klungkung. Acara ini diketuai oleh Faithlin Verna selaku Ketua Panitia serta dibimbing oleh tiga orang dosen. Yaitu, I Made Trisna Semara, S.T., M.Par., Ir. Moh Agus Sutiarso, M.Par., dan Ni Luh Putu Intan Nirmalasari, S.Tr.Par.,M.Par.

Penelitian ini telah dilaksanakan oleh Mahasiswa D-IV Manajemen Pariwisata angkatan 2020 yang tertarik untuk meneliti salah satu desa wisata yang berada di Kabupaten Klungkung, yaitu Desa Kamasan. Penelitian dimulai sejak bulan November hingga Desember 2023. “Program ini merupakan salah satu program yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya untuk membantu mengembangkan desa desa wisata yang berada di Bali,” ujar Wakil Rektor 1 IPBI, Dr. Denok Lestari S.S., M.Hum.

Baca juga:  Lestarikan Uang Kepeng, Bupati Klungkung Berikan Motivasi ke Perajin

Pihaknya mengapresiasi kerja keras mahasiswa dan dosen pembimbing, sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik. Dikatakan, kampus IPBI akan selalu terbuka untuk membantu dan membina desa-desa yang membutuhkan dengan kemampuan yang dimiliki serta menerapkan ilmu-ilmu yang dipelajari untuk mendorong perkembangan pariwisata terutama desa wisata secara berkelanjutan.

Kepala Desa Kamasan, I Gede Buda Artawan S.Sos., menyampaikan program ini sangat membantu dan bermanfaat dalam mengembangkan Desa Kamasan. Disampaikan bahwa Desa Kamasan sendiri sangat terbuka untuk penelitian-penelitian serta binaan yang akan dilakukan demi menunjang perkembangan desa sendiri. “Kami dari pihak desa juga bersedia membantu penelitian-penelitian seperti ini sesuai dengan kemampuan dukungan yang desa dapat lakukan, semoga kerja sama antara kampus dan desa bisa terus berlanjut dan mendatangkan manfaat untuk semuanya,” tandasnya.

Baca juga:  Saling Klaim Kepemilikan Lahan, Jalan dan Tempat Parkir di Disbud Buleleng Ditutup

Acara seminar ini menampilkan hasil luaran penelitian berupa video promosi dan produk-produk yang dimiliki oleh Desa Kamasan, serta artikel penelitian. Seminar ini juga diadakan untuk meningkatkan pemahaman tentang pengembangan desa wisata dan strategi-strategi yang tepat untuk mengatasi masalah-masalah dalam desa wisata agar pengembangan desa wisata dapat menuju arah yang positif.

Dalam 21 tahun terakhir, jumlah pengunjung ke Desa Kamasan tidak mengalami kenaikan yang signifikan. Potensi-potensi yang dimiliki tersebut dapat dimanfaatkan dengan menciptakan model paket wisata berbasis budaya, seperti paket “Walking Tour” di Desa Wisata Kamasan yang dirancang oleh mahasiswa.

Baca juga:  2045, Bali Targetkan Seluruh Kendaraan R2 Bertenaga Listrik

Paket ini memiliki konsep yaitu menggambarkan perjalanan yang memikat melalui seni, budaya, dan tradisi lokal, memberikan pengalaman petualangan seni yang mendalam. Selain itu, peneliti juga merancang paket wisata khusus, seperti paket edukasi untuk pelajar dan paket village tour atau live-in village untuk wisatawan yang ingin lebih mendalami kesenian desa tersebut. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *