MELASTI - Pacalang sedang mengawasi pelaksanaan Upacara Melasti saat melintas di persimpangan Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Minggu (15/3). Ritual Melasti pada umumnya digelar Umat Hindu di Bali menjelang Hari Raya Nyepi. (BP/Eka Adhiyasa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Sejumlah pihak bersinergi memastikan kelancaran pelaksanaan upacara melasti menjelang hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948. Rekayasa lalu lintas hingga penyiapan petugas lapangan dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan di sejumlah titik lokasi pemelastian di Bali.

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol (JBT), I Ketut Adiputra Karang, Minggu (15/3), menyampaikan bahwa pihaknya turut mendukung kegiatan melasti yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 16 Maret 2026 pukul 05.00 WITA, di kawasan pamelastian Desa Adat Pedungan. Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, PT JBT menurunkan tim mobile customer service serta berkoordinasi dengan Polsek Benoa, Polisi Lalu Lintas Induk VI Ditlantas Polda Bali, dan pacalang dalam pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi upacara.

Baca juga:  Hari ini Jokowi Rencana Santap Siang di BTS, Arus Lalin Ubud Dialihkan

Selama prosesi melasti berlangsung, rekayasa lalu lintas berupa sistem contra flow sementara akan diterapkan di jalan akses Pelabuhan Benoa mulai pukul 05.00 WITA hingga kegiatan selesai. Jalur dari depo Pertamina menuju Pelabuhan Benoa akan diperuntukkan masyarakat yang mengikuti upacara. Sementara, jalur dari pelabuhan menuju Pesanggaran difungsikan sebagai jalur dua arah.

Selain itu, PT JBT juga menyiagakan petugas kebersihan di area sekitar lokasi upacara serta menyediakan ambulans di sejumlah titik strategis guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama prosesi berlangsung.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, I Made Gede Wiryantara Adi Susandi, mengatakan, upacara melasti akan digelar selama tiga hari, yakni pada 15, 16, dan 17 Maret 2026. “Upacara melasti digelar mulai tanggal 15, 16, dan 17 Maret 2026 mendatang. Beberapa tempat yang akan digunakan yaitu Pantai Kuta, Pantai Petitenget, Pantai Batu Bolong, Pantai Seseh, dan Pantai Melasti,” katanya.

Baca juga:  Karena Pakai Ini, Polresta Klaim Tak Akan Ada Pungli

Ia menjelaskan, khusus di wilayah Kerobokan akan diterapkan sistem contraflow karena kawasan Kerobokan Kelod telah memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah sejak 14 Desember 2025. Sementara pelaksanaan Melasti di wilayah lain tetap berjalan seperti biasa.

“Mengantisipasi kepadatan lalu lintas, kami juga menyiagakan personel di Simpang Kerobokan, Semer, Petitenget, serta sejumlah simpang padat lainnya. Pengaturan lalu lintas juga akan dibantu melalui ATCS (area traffic control system),” terangnya.

Prosesi melasti menuju Pantai Petitenget akan dimulai dari wilayah Desa Adat Padang Luwih dan Desa Adat Kerobokan menuju ke selatan. Saat tiba di Simpang Semer, arus kendaraan akan diberlakukan contraflow menuju arah selatan.

Baca juga:  Jelang Nyepi, Melasti Digelar Tiga Desa Pakraman di Pantai Masceti

“Arus lalu lintas akan ditahan di persimpangan Petitenget. Dari arah timur Jalan Gunung Sanghyang juga akan ditahan. Masyarakat yang melakukan pemelastian akan berjalan ke selatan dari simpang Semer menuju simpang Petitenget, kemudian ke arah barat menuju pantai,” jelasnya.

Selain pengaturan lalu lintas saat melasti, Dishub Badung juga menyiapkan pengamanan saat pawai ogoh-ogoh menjelang Nyepi di sejumlah titik padat seperti Bundaran Dalung, Simpang Tiga Gatot Subroto Barat, Simpang Kerobokan Gunung Sanghyang, dan Simpang Petitenget. “Personel yang kami terjunkan dari Dinas Perhubungan berjumlah 159 orang, ditambah empat petugas derek,” ujarnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN