Koster bertemu dengan sejumlah anak didik di SDN 5 Banjar.(BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, turun langsung meninjau kondisi SDN 5 Banjar setelah menyerahkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir bandang beberapa pekan lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Koster melihat langsung kondisi sekolah yang ikut terdampak serta memastikan langkah penanganan agar proses belajar mengajar dapat segera kembali normal.

Koster mengatakan, untuk penanganan jangka pendek Pemerintah Provinsi Bali akan membantu perbaikan sekolah melalui dana gotong royong yang dihimpun dari aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemprov Bali.

Baca juga:  Rusak Berat, 266 Kilometer Jalan Kabupten di Jembrana

Menurutnya, bantuan tersebut difokuskan agar kegiatan pembelajaran di sekolah bisa segera berjalan seperti biasa. “Kami akan bantu dari dana gotong royong pegawai Pemprov Bali agar proses pembelajaran bisa segera normal kembali,” ujar Koster.

Ia juga meminta Kepala Desa Banjar bersama pihak sekolah untuk segera menghitung kebutuhan mendesak, termasuk perlengkapan belajar seperti buku cetak yang rusak akibat banjir. Data tersebut diminta segera dikumpulkan agar bantuan bisa segera disalurkan.

Baca juga:  TPP Ngadat, ASN "Pakrimik"

“Saya minta didata semua kebutuhannya, termasuk buku cetak. Secepatnya dikumpulkan supaya dalam waktu dekat bisa kami bantu,” katanya.

Sementara itu, untuk penanganan jangka panjang, Koster mengusulkan agar bangunan sekolah yang berada di kawasan rawan banjir tersebut dirancang ulang menjadi gedung bertingkat. Hal ini mengingat sekolah tersebut sudah beberapa kali terdampak banjir akibat luapan sungai.

Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk menyiapkan perencanaan pembangunan ulang sekolah. Pemerintah Provinsi Bali, kata Koster, siap membantu melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

Baca juga:  Jelang HUT ke-54 KORPRI, Pemkab Karangasem Sembahyang Bersama di Pura Jagatnatha

Selain itu, terkait penanganan sungai yang menjadi penyebab banjir, Koster menyebut pihaknya akan menugaskan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk melakukan normalisasi sungai. Ia juga menegaskan bahwa dugaan adanya aktivitas penebangan liar di kawasan hulu masih akan dicek lebih lanjut. “Belum tentu illegal logging, itu akan dicek dulu,” ujarnya. (Yuda/balipost)

 

BAGIKAN