Ketua Umum KONI Badung, I Made Sutama. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Badung menggelar Rapat Kerja Kabupaten (Rakerkab) perdana tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Madya Gosana, DPRD Badung, Mangupura, Jumat (13/3). Rapat kerja ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi prestasi olahraga sekaligus menyusun strategi peningkatan prestasi atlet Badung ke depan.

Ketua KONI Badung, I Made Sutama, yang membuka langsung kegiatan tersebut menekankan pentingnya penguatan organisasi sebagai fondasi utama dalam meningkatkan prestasi olahraga di Badung. Ia menyoroti perlunya penataan administrasi yang tertib agar keabsahan kepengurusan maupun status atlet tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

Selain itu, Rakerkab juga menjadi ajang evaluasi capaian cabang olahraga (cabor), khususnya hasil yang diraih pada Pekan Olahraga Provinsi Bali 2025. Berdasarkan data bidang Pembinaan Prestasi (Binpres), terdapat 20 cabang olahraga yang berhasil keluar sebagai juara umum, sementara 21 cabor lainnya berhasil meraih medali emas meskipun tidak menjadi juara umum. Sisanya belum berhasil menyumbangkan medali emas.

Baca juga:  Vila WNA Dibakar, Pelakunya Diduga Tukang Pijat

Evaluasi tersebut dinilai penting sebagai dasar menyusun langkah strategis untuk mempertahankan dominasi Badung pada ajang Porprov Bali mendatang dan menargetkan gelar juara umum untuk kesebelas kalinya. “Kita harus membahas kiat-kiat apa yang perlu dilakukan agar prestasi bisa meningkat, termasuk kemungkinan mendatangkan pelatih level nasional untuk melatih atlet-atlet di Badung,” ujar Made Sutama.

Ia juga mengakui bahwa salah satu kelemahan yang masih dihadapi Badung terletak pada sektor kepelatihan. Menurutnya, sebagian besar pelatih yang ada saat ini masih berasal dari lokal, sehingga ketika berhadapan dengan atlet dari luar daerah yang dilatih pelatih berlevel lebih tinggi, kerap menjadi kendala dalam persaingan.

Baca juga:  Wakili Bali ke Seleknas, Atlet Wushu Badung Dilepas KONI Badung

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KONI Badung juga menyerahkan secara simbolis dana pembinaan kepada sejumlah cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Badung. Namun demikian, beberapa cabor belum dapat menerima pencairan dana karena masih terkendala persoalan administrasi.

KONI Badung, kata Sutama, menerapkan disiplin ketat dalam pengelolaan administrasi sebagai syarat pencairan dana pembinaan. “Kalau cabor tidak tertib dalam administrasi, sampai kapan pun kami tidak akan mencairkan dana pembinaan. Namun jika sudah tertib, dana tersebut akan segera kami proses,” tegasnya.

Baca juga:  Nyuri Vacuum Cleaner di Vila, Buruh Proyek Ditangkap

Besaran dana pembinaan yang diberikan kepada masing-masing cabang olahraga juga berbeda-beda, disesuaikan dengan prestasi yang telah diraih serta parameter penilaian yang telah ditetapkan. Selain bersumber dari KONI, pembinaan olahraga juga didorong untuk mendapatkan dukungan dari sponsor, donatur pribadi, maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Rakerkab ini dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus KONI Badung serta perwakilan dari 55 cabang olahraga. Selain pemaparan dari bidang Pembinaan Prestasi, kegiatan juga diisi dengan presentasi dari bidang organisasi terkait penguatan tata kelola dan sistem pembinaan olahraga di Badung. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN