Ilustrasi beberapa pegawai PT PLN Unit Induk Distribusi Bali sedang memperbaiki jaringan listrik di wilayah Bali. (BP/Dokumen Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Konsumsi listrik pada saat Hari Suci Nyepi diperkirakan berkurang dengan jumlah signifikan. Hal tersebut lantaran beberapa aktivitas yang menggunakan listrik ditiadakan saat itu, mulai dari perkantoran termasuk rumah tangga.

Manajer Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali I Wayan Eka Susana pada, Jumat (13/3) sore mengatakan, beban puncak tertinggi pada Bulan Maret 2026 ini diperkirakan terjadi pada 17 Maret nanti pada angka 1.194 MW. Dengan banyaknya aktivitas yang tidak berlangsung saat Nyepi, diperkirakan beban puncak saat itu mencapai 794 MW atau 694 MW.

Baca juga:  ST Dharma Pertiwi Pecatu, Juara Lomba Ogoh-ogoh di Badung

“Ini karena banyak aktivitas yang menggunakan listrik tidak berjalan saat nyepi, seperti lampu-lampu akan padam, perkantoran libur dan sebagainya,” ujar Eka Susana.

Ia mengatakan kondisi kelistrikan di Bali saat ini dalam kondisi aman. Dilihat dari daya mampu yang saat ini mencapai 1.400 an MW dengan beban puncak tertinggi 1.194 MW. Dengan itu masih ada cadangan sekitar 207 MW.

Dengan Hari Suci Nyepi yang datang berbarengan bersama Idul Fitri, beberapa kesiapan juga telah dilakukan PLN. Mulai dari keberadaan SPKLU yang saat ini telah ada di 142 titik sehingga memudahkan bagi pemudik yang menggunakan kendaraan listrik. SPKLU inipun dikatakannya sudah ada di jalur-jalur yang dilintasi pemudik.

Baca juga:  Denpasar Sediakan Tiga Posko Pengungsi, Ini Lokasinya

Sementara pada pelaksaaan Nyepi sendiri, Eka Susana mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Majelis Desa Adat (MDA). “PLN sama-sama melalukan pengamanan. Kemudian meminta dispensasi bagi petugas dengan adanya kemungkinan jaringan terganggu. Kita akan bekerjasama dengan pecalang dalam menanganinya,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN