
SINGARAJA, BALIPOST.com – Upaya pencarian terhadap korban terseret banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, atas nama Putu Wini (17), resmi dihentikan pada hari ketujuh, Kamis (12/3). Hingga penutupan operasi pencarian, korban belum berhasil ditemukan.
Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan, selama tujuh hari operasi, tim SAR telah melakukan upaya pencarian secara maksimal sejak hari pertama kejadian. Pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah titik di darat maupun di wilayah perairan yang diduga menjadi jalur terseretnya korban.
“Pencarian sudah kami lakukan hingga hari ketujuh. Kami juga sudah menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa upaya yang dilakukan sudah maksimal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penyisiran di darat dilakukan di sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi korban terseret arus banjir. Bahkan tim sempat mencium aroma tidak sedap yang diduga berasal dari jenazah korban. Lokasi tersebut kemudian dibongkar menggunakan alat berat, namun hasilnya nihil.
Selain itu, tim SAR juga melakukan penyisiran di wilayah perairan. Area pencarian diperluas hingga ke perairan Temukus dan Seririt. Namun hingga operasi pencarian ditutup, korban belum berhasil ditemukan.
“Kami sudah melakukan penyisiran sampai ke perairan Temukus dan Seririt. Namun sampai saat ini hasilnya masih nihil,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga telah menginformasikan kepada masyarakat dan para nelayan di sekitar wilayah tersebut agar segera melapor apabila menemukan jenazah maupun tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban.
Selama proses pencarian, tim SAR menghadapi sejumlah kendala. Selain kondisi cuaca yang sempat kurang mendukung di awal pencarian, di lokasi kejadian juga terdapat tumpukan sampah serta material banjir yang cukup tebal.
“Kendala di awal adalah cuaca. Belakangan juga banyak tumpukan sampah dan material banjir sehingga kami harus menggunakan alat berat untuk mengoptimalkan pencarian,” katanya.
Meski operasi pencarian resmi ditutup, pihak SAR memastikan tetap melakukan pemantauan. Apabila nantinya ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, tim SAR siap kembali melakukan pencarian.
“Kami sudah koordinasi dengan keluarga dan mereka memahami. Walaupun operasi ditutup, kami tetap memantau apabila ada informasi baru,” tandas Donny. (Yudha/balipost)










