Tinjau Dampak Bencana, Wagub Giri Prasta Serahkan Santunan dan Bantuan bagi Warga Terdampak. (BP/Yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta meninjau langsung lokasi bencana di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng pada Rabu (11/3). Dalam kunjungan tersebut, ia juga menyerahkan santunan serta bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Didampingi Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, Giri Prasta mengawali kunjungannya dengan meninjau SD Negeri 5 Banjar yang turut terdampak bencana. Di sekolah tersebut, ia bertemu dengan para siswa serta menyerahkan bantuan kepada 66 siswa terdampak. Setiap siswa menerima bantuan sebesar Rp800 ribu yang diperuntukkan untuk membeli pakaian dan perlengkapan sekolah.

Usai dari sekolah, Giri Prasta melanjutkan kunjungan ke rumah duka Ketut Witana di Banjar Dinas Ambengan, Desa Banjar. Keluarga ini menjadi korban banjir bandang yang menewaskan istri dan anaknya. Dalam kesempatan tersebut, Giri Prasta turut menyerahkan punia pribadi sebesar Rp50 juta sebagai bentuk empati dan dukungan bagi keluarga korban.

Baca juga:  Pelaku Pariwisata Harap SE Gubernur Soal Wisman Tak Cuma Teori, Dilaksanakan Secara Tegas

Giri Prasta mengungkapkan rasa keprihatinannya atas musibah yang menelan korban jiwa tersebut. Ia juga mengaku memiliki kedekatan emosional dengan wilayah Banjar karena almarhum ibunya berasal dari daerah tersebut.

“Sebenarnya saya pulang karena almarhum ibu saya berasal dari Banjar. Pertama-tama tentu kami sangat prihatin atas musibah ini,” ujar Giri Prasta.

Terkait upaya pemulihan, Pemerintah Provinsi Bali telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) serta Pemerintah Kabupaten Buleleng. Salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah penataan sempadan sungai guna mencegah kejadian serupa terulang.

Baca juga:  Lazis Muhammadiyah Salurkan Bantuan Lauk ke Posko Pengungsi

Menurut Giri Prasta, berdasarkan keterangan warga, luapan air di kawasan tersebut telah terjadi sekitar lima kali. Namun banjir bandang kali ini merupakan yang terbesar dan menimbulkan dampak paling parah.

Selain penataan sungai, pemerintah juga memberi perhatian terhadap fasilitas pendidikan yang terdampak, salah satunya SD Negeri 5 Banjar yang mengalami kerusakan cukup berat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan bupati dan wakil bupati agar proses belajar mengajar tetap berjalan. Untuk sementara pembelajaran akan dibagi menjadi dua rombongan belajar,” jelasnya.

Sementara itu, bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah, pemerintah tengah menyiapkan skema relokasi. Tercatat ada empat kepala keluarga (KK) yang rumahnya terdampak, termasuk keluarga Kadek Witana. Bahkan satu rumah dilaporkan habis tersapu banjir.

Baca juga:  Kehilangan Guru Besar Etnomusikologi, ISI Sampaikan Duka Cita Mendalam

Keempat KK tersebut menjadi prioritas penanganan. Pemerintah bersama pemerintah desa, DPRD, dan Pemkab Buleleng kini tengah membahas opsi pemindahan warga dari lokasi semula. Kawasan tersebut nantinya direncanakan ditata menjadi daerah aliran sungai (DAS) yang lebih representatif sekaligus berfungsi sebagai area evakuasi saat kondisi darurat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan keluarga terdampak dan pada prinsipnya mereka bersedia direlokasi. Namun ada satu keluarga yang tidak memiliki lahan sama sekali, sehingga ini akan kami carikan solusi,” ujar Giri Prasta. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN