Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Kelangkaan obat yang sempat terjadi di RSUD Tabanan mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan DPRD Kabupaten Tabanan. Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya bahkan memberikan peringatan keras kepada jajaran direksi rumah sakit. Sementara DPRD meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja manajemen.

Bupati Sanjaya menegaskan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak boleh terganggu oleh persoalan teknis maupun sistem administrasi. Ia mengaku telah memanggil jajaran direksi RSUD Tabanan untuk meminta penjelasan sekaligus memberikan peringatan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Teknologi jangan dijadikan alasan. Kalau tidak mengerti, bisa mencari orang yang kompeten untuk mengurus hal tersebut,” tegas Sanjaya usai rapat paripurna di Gedung DPRD Tabanan, Rabu (11/3).

Baca juga:  Direksi Perumda Pasar Argha Nayottama Diadukan Melalui Surat Kaleng

Menurutnya, setiap kebijakan atau sistem baru dari pemerintah pusat harus mampu diadaptasi dengan baik oleh manajemen rumah sakit agar tidak berdampak pada pelayanan masyarakat. Sanjaya juga memastikan persoalan kelangkaan obat yang sempat terjadi kini sudah teratasi setelah dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk BPJS Kesehatan.

“Ini menjadi pembelajaran bagi kita bersama. Sekarang semua berbasis teknologi dengan tujuan akurasi dan transparansi. Mudah-mudahan ke depan berjalan lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa juga menyatakan keprihatinannya terhadap persoalan yang terjadi di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut. Ia menilai kondisi kelangkaan obat menjadi tamparan bagi pelayanan kesehatan di Kabupaten Tabanan.

Baca juga:  BKPSDM Bali Tanggapi Viralnya Video ASN Diduga Nonton Bioskop Saat Jam Kerja

Menurut Arnawa, kinerja dan manajemen direksi RSUD Tabanan perlu dievaluasi secara menyeluruh agar persoalan serupa tidak kembali terjadi. “Apapun alasannya bisa dibuat, tetapi direksi harus mempersiapkan diri dan memperbaiki sistem kerja agar hal seperti ini tidak terbengkalai,” tegasnya.

Ia menambahkan, setiap sistem yang diterapkan harus dijalankan secara benar dan konsisten oleh manajemen rumah sakit.

“Jangan hanya ikut sana ikut sini, hormat sana hormat sini, tapi pekerjaan terbengkalai,” ujarnya.

Baca juga:  Sempat Viral Penolakan di Padangbai, Balita Asal Nusa Penida Diperbolehkan Pulang

Sebagai langkah tindak lanjut, pimpinan DPRD telah meminta Komisi IV DPRD Tabanan untuk segera menggelar rapat kerja dengan pihak RSUD Tabanan guna membahas persoalan tersebut sekaligus melakukan evaluasi terhadap kinerja manajemen rumah sakit.

Seperti diberitakan sebelumnya, kelangkaan obat di RSUD Tabanan dipicu belum optimalnya proses klaim BPJS akibat peralihan sistem administrasi dari manual ke digital. Proses tersebut membuat ribuan berkas klaim harus ditata ulang sehingga berdampak pada pencairan dana operasional rumah sakit, termasuk untuk pengadaan obat. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN