Ketua PHDI Provinsi Bali, I Nyoman Kenak. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sempat muncul perbincangan luas di masyarakat setelah Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali tidak tercantum dalam undangan awal rapat pelaksanaan Hari Suci Nyepi yang berdekatan dengan Idulfitri. Sedianya rapat digelar Rabu (11/3) pagi namun kemudian diundur sore hari.

Hingga kini, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan tidak dicantumkannya lembaga tersebut dalam undangan.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Ketua PHDI Bali, I Wayan Kenak mengatakan pihaknya baru menerima undangan terkait rapat pelaksanaan Nyepi dan Idulfitri pada pagi ini. Undangan tersebut diduga menjadi tindak lanjut setelah sebelumnya PHDI tidak tercantum dalam daftar peserta rapat koordinasi.

Baca juga:  Satpol PP Tertibkan Atribut Langgar Perda

“Ngih, suratnya baru tadi pagi tiba. Nantilah tyang bicara banyak terkait uneg-uneg masyarakat,” ujar Kenak singkat saat dikonfirmasi, Rabu (11/3).

Ia memilih belum memberikan komentar panjang mengenai dinamika yang sempat berkembang di masyarakat. Menurutnya, berbagai pandangan dan aspirasi akan disampaikan langsung dalam forum rapat tersebut.

Rapat koordinasi digelar di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, melibatkan majelis agama se-Bali ini diselenggarakan oleh Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan dipimpin langsung Gubernur Bali, Wayan Koster. Agenda utama pertemuan adalah membahas pelaksanaan Hari Raya Nyepi yang waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri.

Baca juga:  Pencarian Penyelam Hilang di Hari Ketiga, Dari Basarnas hingga Paranormal Dilibatkan

Awalnya, rapat dijadwalkan berlangsung pada pukul 09.00 WITA. Namun jadwal kemudian diundur menjadi pukul 15.00 WITA di hari yang sama.

Melalui surat terbaru bernomor B.23.400/778/PHA/DPMA, PHDI akhirnya dimasukkan sebagai peserta rapat. Kenak menegaskan pihaknya akan hadir dalam pertemuan tersebut.

“Iya, nanti jam 3 sore. Kita sampaikan nanti saja,” katanya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN