
DENPASAR, BALIPOST.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali menyiapkan patroli bersama lintas instansi untuk mengantisipasi potensi gangguan ketertiban sekaligus mendata penduduk pendatang (duktang) menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Kepala Satpol PP Bali, I Dewa Nyoman Rai Dharmadi, mengatakan, pola pengawasan menjelang, saat, hingga pasca-Lebaran pada dasarnya sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni dengan melibatkan berbagai unsur keamanan dan masyarakat.
“Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya, memang menjelang Lebaran, saat Lebaran, dan pasca-Lebaran kita melakukan patroli bersama. Patroli itu melibatkan TNI, Polri, unsur desa adat, Linmas, termasuk juga Satpol PP,” ujarnya saat diwawancara, Selasa (10/3).
Ia menjelaskan, patroli tersebut tidak hanya berfokus pada pengamanan situasi, tetapi juga mengantisipasi masuknya penduduk pendatang (duktang) baru. Khusus untuk pendataan duktang, Satpol PP akan berkoordinasi dengan desa adat serta aparat di tingkat kabupaten/kota.
Menurutnya, pendataan akan difokuskan pada lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat tinggal para pendatang, seperti rumah kos, bedeng, maupun kawasan permukiman padat penduduk.
“Untuk pendatang atau duktang, kita melibatkan desa adat, terutama di titik-titik yang berpotensi menjadi tempat tinggal pendatang, seperti kos-kosan atau rumah bedeng,” ungkapnya.
Ia menambahkan, penentuan lokasi pendataan dilakukan secara acak berdasarkan laporan potensi yang dihimpun oleh Satpol PP di masing-masing kabupaten/kota.
Dalam waktu dekat, Satpol PP Provinsi Bali juga akan menggelar pertemuan dengan Satpol PP kabupaten/kota guna menyamakan persepsi sekaligus memperkuat koordinasi terkait pendataan penduduk pendatang.
“Kita akan segera kumpul dengan Satpol PP kabupaten/kota untuk menyamakan persepsi. Intinya supaya pendataan benar-benar dilakukan di daerah-daerah yang menjadi pusat keramaian atau tempat berkonsentrasinya penduduk,” tandasnya. (Winata/balipost)










