
SINGARAJA, BALIPOST.com – Tim gabungan akhirnya menemukan satu orang dari tiga korban yang terseret banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Sabtu (7/3). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tertimbun lumpur serta material kayu di aliran arus banjir.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali, I Nyoman Sidakarya mengatakan, identitas korban yang ditemukan masih dalam proses pengecekan oleh petugas medis. Namun dipastikan korban berjenis kelamin perempuan dan berusia dewasa.
Diduga kuat korban tersebut merupakan Komang Suci (44), warga Banjar Dinas Ambengan, Desa Banjar, yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret banjir bandang bersama dua anaknya, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12).
“Total ada empat korban yang terseret arus banjir. Dua sudah ditemukan dan jenazahnya sudah dievakuasi ke rumah sakit, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian,” ujar Sidakarya.
Ia menjelaskan, proses pencarian melibatkan ratusan personel gabungan dari Basarnas Bali, Pos SAR Buleleng, BPBD Buleleng, TNI-Polri, serta dibantu warga setempat. Bahkan dalam upaya pencarian, pihak kepolisian turut menurunkan anjing pelacak.
Seluruh potensi SAR dikerahkan dalam operasi pencarian ini, termasuk penggunaan alat berat untuk membersihkan material kayu dan lumpur yang menumpuk di sekitar lokasi kejadian.
“Sesuai SOP, proses pencarian akan dilakukan selama tujuh hari. Namun kami berharap dua korban lainnya dapat segera ditemukan,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan mengatakan pencarian terhadap dua korban yang masih dinyatakan hilang difokuskan di tiga titik. Tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, sepanjang aliran sungai, hingga ke wilayah muara di Pantai Desa Banjar dan Desa Kalianget dengan menggunakan tiga unit perahu karet.
Menurutnya, di sekitar lokasi kejadian terdapat banyak tumpukan sampah kayu yang terbawa arus banjir. Material tersebut dibersihkan sambil dilakukan pengecekan kemungkinan adanya korban yang tertimbun.
“Selain di sekitar lokasi kejadian, tim juga menyisir aliran sungai hingga ke arah muara sepanjang kurang lebih 2,5 kilometer. Penyisiran juga dilakukan di pesisir Pantai Desa Banjar dan Kalianget,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra usai meninjau sejumlah wilayah terdampak bencana mengatakan pihaknya segera membentuk posko terpadu guna mempercepat penanganan dampak bencana.
Posko tersebut melibatkan berbagai unsur seperti BPBD, TNI-Polri, Basarnas hingga Polair untuk menyisir bantaran sungai sampai ke wilayah pantai di Kalianget.
Selain itu, pemerintah daerah juga telah menurunkan dua alat berat untuk membersihkan material kayu dan lumpur di bantaran sungai serta rumah warga yang terdampak banjir bandang.
Sutjidra juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat cuaca buruk masih berpotensi terjadi. Untuk membantu warga terdampak, Pemkab Buleleng melalui Dinas Sosial segera menyalurkan bantuan berupa tenda, selimut, alas tidur serta kebutuhan sembako. (Nyoman Yudha/balipost)










