Aksi bersih-bersih ratusan kader Partai Gerindra Bali di Pantai Legian, Badung, Jumat (6/3). (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Bali mengerahkan ratusan kader untuk melakukan aksi bersih-bersih pantai di kawasan Legian, Badung, Jumat (6/3). Kegiatan yang melibatkan lebih dari 500 orang ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-18 Partai Gerindra sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran menjaga lingkungan.

Ketua DPD Partai Gerindra Bali, I Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah, mengatakan kegiatan bersih-bersih tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto agar kader menjaga lingkungan sekitar.

“Jadi kader Gerindra diwajibkan melakukan kegiatan bersih-bersih di mana pun, tidak hanya di tempat umum, tapi juga di lingkungan rumah dan sekitar. Minimal seminggu sekali,” ujar De Gadjah disela-sela aksi bersih-bersih.

Ia menegaskan kegiatan tersebut akan dilakukan rutin setiap Jumat dengan melibatkan ratusan kader. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. “Setiap Jumat sekitar 500 orang. Minggu depan ada lagi. Ini instruksi, jadi kami tunduk dengan instruksi itu,” katanya.

Baca juga:  Jika Kedapatan "Teror" Wisatawan, Guide Liar Watersport Terancam Kena Sanksi Ini

De Gadjah juga menyoroti persoalan gunungan sampah kiriman yang kerap muncul di pesisir Bali setiap musim angin barat. Menurutnya, masalah tersebut sudah terjadi dari tahun ke tahun sehingga perlu solusi nyata yang berani dan tidak biasa.

“Masalah ini sudah terjadi tiap tahun saat angin barat. Harusnya sudah ada solusi. Kita harus berani membuat perubahan dan keluar dari zona nyaman agar ini tidak menjadi budaya buruk bagi generasi berikutnya,” tegasnya.

Ia menyatakan akan menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak untuk mencari solusi bersama dalam penanganan sampah laut. “Semua harus bersama-sama, pemerintah, masyarakat, pengusaha, bahkan pemerintah pusat. Kesadaran masyarakat juga harus terus dibangun,” tambahnya.

Baca juga:  Diterjang Angin Kencang, Pohon Timpa Dapur dan Kabel PLN

Sementara itu, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung I Wayan Puspa Negara yang juga pelopor kegiatan beach clean up di Pantai Legian menjelaskan bahwa aksi bersih-bersih pantai sebenarnya sudah rutin dilakukan pihaknya selama lima tahun terakhir.

Menurutnya, kondisi pantai pada hari biasa relatif bersih karena melibatkan pedagang, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan. Namun saat musim angin barat, volume sampah meningkat drastis. “Sepanjang Pantai Legian yang panjangnya sekitar 1,6 kilometer, saat musim angin barat setiap hari bisa menepi antara 20 sampai 25 ton sampah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan sampah yang datang merupakan sampah kiriman yang terbawa arus laut dan angin, berasal dari berbagai daerah. Jenisnya pun beragam, mulai dari kayu, ranting, hingga plastik yang sulit dipilah.

Fenomena ini dikenal masyarakat pesisir Bali sebagai bade sampah, yakni kiriman sampah laut yang datang selama periode angin barat sekitar tiga bulan, dari Desember hingga pertengahan Maret.

Baca juga:  Jelang Nyepi, Polres Badung Petakan Lokasi Melasti dan Pawai Ogoh-ogoh

Puspa Negara menilai penanganan masalah ini membutuhkan langkah luar biasa dari pemerintah karena volume sampah sangat besar dan memerlukan tempat penampungan yang memadai. “Kalau hanya digunduk di pantai selama berbulan-bulan, seolah kita terlihat tidak mampu menangani sampah. Padahal masyarakat sudah bekerja setiap hari membersihkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, selain aksi bersih-bersih, tujuan utama kegiatan ini adalah membangun kebiasaan masyarakat agar peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama di kawasan destinasi wisata. “Pantai adalah daya tarik utama destinasi Legian. Kebersihan adalah syarat mutlak destinasi. Sekecil apa pun yang kita lakukan, itu kontribusi nyata bagi lingkungan,” ujarnya.

Puspa Negara menegaskan masyarakat tidak boleh menyerah menghadapi persoalan sampah. “Kita tidak boleh menyerah dengan sampah. Jika kita menjaga lingkungan, maka lingkungan juga akan menjaga kita,” pungkasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN