Petugas dari BPBD melakukan penanganan gangguan pohon tumbang dampak dari hujan disertai angin kencang yang menerjang, Rabu (4/3) dinihari. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Hujan lebat yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Jembrana pada Rabu (4/3) malam hingga Kamis (5/3) dini hari. Cuaca ekstrem tersebut memicu sejumlah kejadian pohon tumbang di beberapa titik. Beruntung, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, saat dikonfirmasi Kamis (5/3) mengatakan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Jembrana mencatat sedikitnya empat kejadian pohon tumbang dalam rentang waktu hampir bersamaan.

Menurutnya, kejadian tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi yang disertai hembusan angin kencang. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jembrana langsung dikerahkan untuk melakukan kaji cepat sekaligus penanganan di lokasi kejadian.

Peristiwa pertama terjadi sekitar pukul 23.20 Wita di Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di sebelah timur RSU BaliMed Negara, Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana. Sebatang pohon jenis tangi dengan tinggi sekitar 10 meter dan diameter sekitar 45 sentimeter tumbang hingga menutup sebagian badan jalan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak sampai menimbulkan antrean kendaraan karena segera ditangani petugas bersama warga.

Baca juga:  Dua Napi Kasus Penodaan Nyepi di Sumberklampok Bebas

Sekitar pukul 23.30 Wita, pohon jenis santan setinggi kurang lebih enam meter juga dilaporkan tumbang di Jalan Awen, Lingkungan Mertasari, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara. Pohon tersebut sempat menutup akses jalan desa sebelum akhirnya berhasil disingkirkan oleh petugas.

Kejadian serupa kembali terjadi sekitar pukul 23.50 Wita di Jalan Gunung Sekar, Banjar Ngoneng, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo. Sebatang pohon kelapa dengan tinggi sekitar lima meter roboh dan menutup badan jalan desa. Saat petugas melakukan penanganan di lokasi itu, warga melaporkan adanya pohon tumbang lain sekitar 500 meter dari titik pertama. Pohon jenis lamtoro setinggi sekitar empat meter juga menghalangi jalan sebelum akhirnya dibersihkan oleh tim BPBD.

Baca juga:  Ditimpa Pohon Tumbang, Bangunan Semi Permanen Rusak Berat

Tak berselang lama, sekitar pukul 23.55 Wita, pohon kelapa setinggi kurang lebih 10 meter kembali tumbang di Banjar Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo. Pohon tersebut sempat menutup akses jalan desa dan mengganggu aktivitas warga yang melintas.

“Seluruh kejadian dapat ditangani dengan cepat. Setelah batang pohon dipotong dan dilakukan pembersihan, akses jalan kembali bisa dilalui,” ujar Agus Artana Putra.

Ia menegaskan, dalam rangkaian kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun kerusakan fasilitas yang dilaporkan. Kendati demikian, masyarakat diimbau tetap waspada, terutama saat terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang. BPBD juga masih melakukan pendataan di lapangan terkait dampak hujan pada tempat tinggal warga. Informasi awal, sejumlah rumah di Sumbersari, Melaya dan Tegalbadeng Barat mengalami kerusakan di bagian atap dampak tersapu angin kencang.

Baca juga:  Hujan Deras, Rumah Warga dan Jalan Seririt-Gilimanuk Terendam

Kapolsek Melaya Kompol I Ketut Sukadana mengatakan, di Banjar Sumbersari, Desa/Kecamatan Melaya rumah warga bernama I Ketut Merta Atmaja bagian atap gentengnya jatuh. Sekitar 20 genteng yang jatuh akibat angin kencang. Dan hari ini sudah diperbaiki oleh korban sendiri.

Sementara di Banjar Tengah, Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara atap rumah dari asbes milik Nyoman Nilya juga hancur karena diterjang angin kencang. Sebanyak 15 asbes atap rumahnya hancur.

“Kami mengingatkan warga agar berhati-hati saat melintas di jalan yang banyak terdapat pohon besar. Jika melihat potensi bahaya, segera laporkan agar dapat ditangani secepatnya,” katanya. (surya dharma/balipost)

 

BAGIKAN