I Nyoman Murditha. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Keberadaan kabel jaringan telekomunikasi dan PLN yang semrawut di wilayah Kabupaten Bangli segera ditata. Langkah ini diambil untuk menjaga estetika serta kerapian pemandangan kota dan jalur pariwisata yang selama ini terganggu oleh kabel yang tidak beraturan.

Penataan akan dilakukan secara bertahap dengan membagi wilayah menjadi zona-zona prioritas. Fokus utama perbaikan dimulai dari pusat kota. Salah satu target utama adalah pembersihan kabel udara di sepanjang Jalan Ngurah Rai, mulai dari pertigaan Patung Adipura hingga depan Mal Pelayanan Publik (MPP).

Baca juga:  Kurang Pas, Promosi ke LN Saat Wabah COVID-19 Melanda

Di jalur protokol ini, kabel tidak lagi digantung, melainkan akan dipindahkan ke bawah tanah. “Sesuai arahan Bapak Bupati, kami diminta berkoordinasi lintas sektor untuk menurunkan kabel jaringan di sepanjang Jalan Ngurah Rai, mulai dari pertigaan Patung Adipura hingga depan MPP. Harapannya, kabel-kabel tersebut ditanam di bawah tanah,” kata Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfosan) Bangli, I Nyoman Murditha, Senin (2/3).

Baca juga:  Tahun Depan, Pantai Belatung Bakal Ditata

Untuk mendukung rencana tersebut, infrastruktur bawah tanah seperti manhole dan handhole akan segera dikaji melalui survei teknis. Murditha menegaskan bahwa pembiayaan direncanakan tidak menggunakan dana APBD, melainkan bersumber dari asosiasi penyedia jasa internet (provider).

Nantinya, para provider akan berbagi jalur di bawah tanah tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra, dalam rapat koordinasi penertiban kabel jaringan telekomunikasi dan PLN yang semrawut menekankan agar semua provider bekerja sama melalui asosiasi, baik itu Apjatel maupun APJII, sebagai wadah koordinasi. Hal ini bertujuan agar pengerjaan di lapangan terintegrasi dan tidak tumpang tindih.

Baca juga:  Pertokoan Jalan Sulawesi Ditata, Pemilik Sepakat Bangunan Menjauh 3 Meter dari Sungai

Sementara itu seluruh provider yang beroperasi di Bangli telah menyatakan komitmennya untuk mendukung penataan ini secara bertahap. Mulai dari pusat kota, jalur wisata, hingga merambah ke wilayah kecamatan dan desa. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN