Kondisi kebun milik I Nengah Sadi yang rusak terkena material toilet SDN 2 Batur yang ambrol pada Jumat (9/1) lalu. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – SDN 2 Batur, Kintamani berharap bisa kembali memiliki fasilitas toilet setelah toilet sebelumnya hancur tergerus longsor pada Jumat (9/1) lalu.

Ketiadaan toilet selama ini memaksa guru dan siswa harus menumpang ke toilet Kantor Desa. Meski letaknya berada di depan sekolah, kondisi ini dirasakan sangat menyulitkan, terutama di tengah cuaca ekstrem.

Kepala SDN 2 Batur, I Made Armika mengatakan bahwa keberadaan toilet adalah kebutuhan dasar. Sejak bangunan toilet sekolahnya ambrol tergerus longsor para guru dan siswa tidak memiliki fasilitas sanitasi di lingkungan sekolah.

Baca juga:  Desa Darmasaba Gencar Cegah Rabies dengan Pemasangan Spanduk Larangan

Untuk menyiasati kondisi ini, pihak sekolah mengarahkan siswa menumpang ke toilet Kantor Desa Batur. Meski jaraknya tidak terlalu jauh karena posisi sekolah berada di belakang kantor desa, kondisi ini dinilai cukup menyulitkan, terlebih saat memasuki musim hujan. “Sejauh ini memang belum ada siswa yang mengeluh,” ujarnya dikonfirmasi Minggu (1/3).

Pihaknya berharap pemerintah segera membuatkan kembali fasilitas toilet untuk sekolahnya. Armika mengaku pihaknya sebelumnya sudah melaporkan kerusakan tersebut ke Disdikpora. Namun sejauh ini pihaknya belum menerima informasi lebih lanjut mengenai kapan perbaikan atau pembangunan ulang fasilitas tersebut akan dilakukan.

Baca juga:  Bangun Toilet di Dua Lokasi, Bangli Habiskan Dana Hampir Setengah Miliar

Selain kehilangan toilet, area belakang SDN 2 Batur kini masih menganga pasca-jebolnya toilet. Gedung kelas yang berdekatan dengan titik longsor ditutupi terpal untuk mencegah kerusakan susulan. Sisa-sisa reruntuhan belum tuntas dibersihkan dan masih menimpa lahan milik warga.

Sebagaimana yang diketahui bangunan toilet SDN 2 Batur, Kintamani ambrol tergerus senderan longsor pada Jumat (9/1) lalu. Peristiwa itu terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Kintamani sekitar pukul 14.30 WITA.

Baca juga:  Longsor, Dapur dan Toilet Warga Nyalian Tergerus

Tingginya intensitas hujan memicu jebolnya senderan sepanjang 8 meter dengan tinggi sekitar 2 meter. Senderan tersebut menggerus bangunan toilet yang berisi 6 lokal ruangan. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN