Aparat TNI melakukan evakuasi warga dan wisatawan yang terjebak banjir di wilayah Badung pada Selasa (24/2). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Banjir yang terjadi di Bali, khususnya di Denpasar dan Badung, tentu dapat merusak citra pariwisata. Terlebih kedepan jika persoalan ini terus berlarut tanpa ada penanganan yang lebih baik, dipastikan citra pariwisata Bali akan semakin terpuruk.

Hal tersebut diungkapkan Pengamat Pariwisata, Prof. Dr. Drs. I Putu Anom, M, Par saat diwawancarai, Sabtu (28/2). Menurut Guru Besar Universitas Udayana ini, bencana banjir tentu sangat mengganggu aktivitas masyarakat secara umum maupun ekonomi.

Baca juga:  Kebakaran di Lovina, Kerugian Capai Ratusan Juta

Termasuk aktivitas pariwisata dikarenakan wisatawan tidak dapat melakukan aktivitas dengan baik meski pada bulan-bulan ini kunjungan wisatawan mancanegara (wsiman) maupun domestik ke Bali tidak begitu padat. “Citra pariwisata akan semakin terpuruk kalau kedepan penanganan masalah banjir pada dekade 10 tahun terakhir ini semakin parah kondisinya,” ujar Prof Anom.

Terlebih belakangan ini banjir semakin parah di Bali sampai penduduk lokal maupun wisatawan harus dievakuasi menggunakan perahu karet. Kondisi ini sebelumnya tidak sampai terjadi. Banjir yang melanda beberapa wilayah saat ini semakin parah.

Baca juga:  Kasus Kekerasan Terhadap Anak Meningkat Tajam

“Sekarang makin bertambah parah kondisi banjirnya menyamai kondisi banjir yang terjadi di Jakarta maupun daerah lain yang sering sampai menelan korban jiwa dan harta benda,” terangnya.

Prof Anom mengatakan, faktor tata kelola Bali yang buruk wajib dibenahi. Kerusakan lingkungan akibat penyalahgunaan tata ruang wilayah sebagai penyebab utamanya. Selain itu, terlalu padatnya bangunan fisik yang mengurangi resapan air serta kerusakan hutan dari hulu juga sebagai penyebab utama.

Baca juga:  Gempa Susulan Masih Terus Guncang Karangasem, Tak Berkaitan dengan Aktivitas Gunung Agung

“Alih fungsi lahan yang berlebihan, pelanggaran jalur hijau, sempadan sungai, jurang, danau, pantai semakin memparah kondisi alam Bali ditambah dengan kepadatan penduduk sehingga terjadi kepadatan lalu lintas dan masalah sampah yang belum ada solusinya akan semakin memperburuk citra pariwisata Bali,” imbuhnya. (Widiastuti/balipost)

BAGIKAN