Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan saat Taklimat Awal Tahun pada retret Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Jumat sore (27/2), bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, usai tiba di Tanah Air dari lawatan kenegaraan.

Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Presiden Prabowo tiba di Tanah Air pada Jumat pagi dari kunjungan luar negeri yang dimulai di Amerika Serikat, Inggris, Yordania dan Uni Emirat Arab.

Dikutip dari Kantor Berita Antara, Seskab mengatakan Presiden Prabowo langsung menggelar rapat secara tertutup bersama para menteri usai tiba di Jakarta pada hari yang sama.

Baca juga:  Pascalibur Lebaran, Angka Harian Kasus COVID-19 Masih Landai

Selama kunjungan ke Amerika Serikat pada 19-21 Februari 2026, Presiden Prabowo menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Board of Peace perdana di Washington DC. Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menegaskan sikap Indonesia dalam mendukung terwujudnya perdamaian di Palestina.

Setelah itu, Presiden Prabowo langsung melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keduanya membahas terkait masalah kesepakatan tarif timbal balik atau resiprokal yang telah lama melakukan perunding.

Hasilnya, dua kepala negara menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) yang menguntungkan kedua negara, di mana Indonesia mendapat tarif 0 persen untuk 1.819 produk nasional di pasar AS, termasuk komoditas unggulan seperti sawit, kopi, kakao, serta komponen elektronik.

Baca juga:  Pembukaan Retret Gelombang II Tak Dihadiri Presiden

Selanjutnya, pada Senin (23/2), Presiden Prabowo menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited di London, Inggris.

Pada Rabu (25/2), Presiden Prabowo tiba di Bandar Udara Militer Marka, Amman, Kerajaan Yordania Hasyimiah.

Kepala Negara melakukan pertemuan bilateral dengan Raja Abdullah II yang membahas terkait masalah perdamaian di Palestina, keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian, serta insiden-insiden yang terjadi di wilayah Tepi Barat.

Baca juga:  Bupati Giri Prasta Jawab Pemandangan Umum Fraksi DPRD Terkait Rancangan Perubahan KUA-PPAS

Selanjutnya pada Kamis (26/2), Presiden Prabowo berkunjung ke Uni Emirat Arab dan disambut oleh Presiden Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan (MBZ).

Pertemuan tersebut menjadi akhir dari rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo sekaligUs mempererat kemitraan strategis Indonesia dengan UEA yang terus berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. (kmb/balipost)

BAGIKAN