
DENPASAR, BALIPOST.com – Terkait penemuan potongan tubuh manusia yang diduga korban mutilasi, penyelidikan masih dilakukan Polres Gianyar. Sedangkan Polresta Denpasar belum ada pergerakan karena masih menunggu hasil pemeriksaan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Dokkes Polda Bali.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, Jumat (27/2) menyampaikan pihaknya belum berani berstatemen banyak terkait penemuan korban mutilasi tersebut. Pasalnya masih menunggu hasil pemeriksaan Tim DVI dan Labfor Polda Bali.
Apakah ada kaitannya dengan WNA korban penculikan yang dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan? “Kami belum berani mengaitkannya karena sampai saat ini Tim DVI dan Labfor masih melakukan pemeriksaan,” ujarnya.
Sementara, Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandi mengatakan dari laporan yang ia terima awalnya ditemukan potongan kepala oleh warga. Selanjutnya ditelusuri lagi dan ditemukan potongan telapak kaki kanan serta bagian tubuh lainnya. “Potongan tubuh tersebut sudah dievakuasi dan akan dilakukan identifikasi oleh Tim DVI Dokkes kami (Polda Bali),” tegasnya.
Hingga saat ini, menurut Kombes Ariasandi, yang ditemukan kepala, sebagian tangan, dada kanan dan kiri, punggung, paha serta telapak kaki. “Belum diketahui identitas korban dan warga negaranya? Sementara masih didalami,” ujar Ariasandi.
Mantan Kabid Humas Polda NTT ini tidak menampik jika dilihat dari foto korban mirip WNA. Namun perlu proses identifikasi melalui DVI sehingga bisa ditentukan warga WNI atau WNA.
Seperti diberitakan, pengunjung Pantai Ketewel, Kecamatan Sukawati, Gianyar, dikejutkan dengan penemuan potongan tubuh manusia, Kamis (26/2) pagi. Potongan tubuh manusia ini ditemukan di Muara Sungai Wos, Wilayah Banjar Keden, Desa Ketewel.
Awalnya seorang warga sedang mengecek jalur jogging track di pinggir pantai pukul 10.00 WITA. Warga tersebut dikagetkan dengan benda mencurigakan dan saat dilihat secara seksama ternyata potongan kepala manusia. Penemuan potongan tubuh manusia diduga korban mutilasi tersebut dilaporkan Polsek Sukawati. (Kerta Negara/balipost)










