Kepala Brida Bali, Ketut Wica. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 Provinsi Bali berada pada peringkat kedua secara nasional. Ini, berdasarkan data resmi yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Bali meraih skor 4,03, hanya kalah dari DKI Jakarta yang meraih skor 4,16. Posisi ketiga ditempati Daerah Istimewa Yogyakarta dengan skor 4,00.

Capaian tersebut sekaligus menempatkan Bali sebagai salah satu daerah dengan tingkat daya saing paling kuat di Indonesia tahun 2025, melampaui rata-rata nasional yang berada di angka 3,50. Secara nasional, rentang skor provinsi berada antara 2,44 hingga 4,16, dengan 22 provinsi telah menyamai atau melampaui rata-rata nasional.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Bali, Ketut Wica, menegaskan capaian ini mencerminkan kematangan daya saing daerah secara menyeluruh. “Kematangan daya saing daerah kita dinilai dari 4 komponen dan 12 pilar. Nilai maksimal itu 5, dan Provinsi Bali mampu mencapai 4,03. Artinya untuk mendapatkan nilai sempurna kita masih kurang sekitar 0,7,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/2) sore.

Baca juga:  Bupati Adi Arnawa Jadi Pembicara di BRIN, Pemkab Badung Terima Sertifikat Apresiasi IDSD Tahun 2025

Diungkapkan, 4 komponen utama dalam IDSD meliputi lingkungan pendukung, sumber daya manusia, pasar, dan ekosistem inovasi. Pada komponen lingkungan pendukung, penilaian mencakup kualitas institusi pemerintahan, efektivitas tata kelola, kepastian hukum, stabilitas keamanan, kekuatan infrastruktur, hingga pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Stabilitas makroekonomi daerah seperti kondisi fiskal dan inflasi juga menjadi indikator penting.

Di komponen sumber daya manusia, aspek kesehatan masyarakat serta kualitas pendidikan dan keterampilan tenaga kerja menjadi fokus utama. Tingkat harapan hidup, akses layanan medis, hingga pendidikan vokasi adaptif dinilai sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.

Sementara itu, komponen pasar menilai efisiensi distribusi barang, keterbukaan perdagangan, fleksibilitas pasar tenaga kerja, akses pembiayaan, serta ukuran pasar domestik dan internasional.

Baca juga:  Cabor Diminta Kembalikan Dana

Adapun komponen ekosistem inovasi menitikberatkan pada kemudahan berusaha, kualitas regulasi investasi, dinamika kewirausahaan, serta kapasitas riset dan pengembangan dalam menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.

Wica menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif lintas sektor. “Investasi kita berjalan baik, sumber daya manusia mendekati sempurna, dan pasar, baik makro maupun tenaga kerja, juga sudah mendekati optimal,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, pada 2025 Bali dinobatkan sebagai provinsi terinovatif oleh Kementerian Dalam Negeri, memperkuat posisi Bali dalam ekosistem inovasi nasional.

Untuk 2026, Brida Bali telah menyiapkan roadmap riset dan inovasi jangka menengah guna mendukung RPJMD 2025–2029 yang berorientasi pada keberlanjutan, kearifan lokal, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Bali. RPJMD tersebut sejalan dengan visi Gubernur Bali, Wayan Koster, yakni “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.”

Baca juga:  Mural Hiasi Taman Kota Lumintang

“Kami mendampingi RPJMD dengan rencana induk dan peta jalan riset lima tahun yang berisi rencana aksi tahunan dan akan kami mohonkan anggarannya di Bappeda,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui tantangan ke depan tidak ringan. Perubahan dinamika sosial, dampak perubahan iklim, serta ketergantungan Bali pada sektor tertentu seperti pariwisata menjadi faktor yang harus dikelola hati-hati.

“Yang paling penting tentu keamanan, kemandirian pangan, investasi, dan inovasi. Semua pilar itu harus kita jaga bersama agar indeks daya saing daerah bisa bertahan atau bahkan meningkat,” tegasnya.

Dengan skor 4,03 dan posisi kedua nasional, Bali mencatatkan capaian signifikan dalam pemetaan daya saing 2025. Namun, konsistensi menjaga seluruh komponen dan pilar menjadi kunci agar posisi tersebut tetap terjaga bahkan meningkat pada tahun-tahun mendatang. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN