Penanganan tanah longsor di Banjar Dinas Padangan Kelod, Pupuan. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tabanan sejak Minggu (22/2), memicu bencana longsor di Banjar Dinas Padangan Kelod, Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Selasa (24/2). Material longsor sempat menutup akses jalan gang dan membuat empat kepala keluarga (KK) terisolir.

Camat Pupuan, I Gusti Kade Dwipayana menjelaskan, longsor terjadi pada senderan dan halaman belakang rumah warga hingga menggerus dapur semi permanen milik I Nengah Adi Sanjaya. Kerugian akibat kerusakan dapur ditaksir mencapai Rp20 juta, sementara kerusakan senderan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Baca juga:  Tanah Longsor dan Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan di Gianyar

Tak hanya itu, fondasi rumah milik I Wayan Miasa juga ikut tergerus material longsor. Kondisi tersebut dinilai membahayakan sehingga Miasa bersama istrinya untuk sementara waktu mengungsi ke rumah menantunya. “Untuk pemilik rumah yang fondasinya roboh, sudah dijemput menantunya karena rumahnya rentan roboh,” ujar Dwipayana.

Selain merusak bangunan, longsor juga menutup akses gang warga. Pemerintah kecamatan bersama linmas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta warga setempat langsung melakukan gotong royong membersihkan material tanah dan batu yang menutup jalan.

Baca juga:  Diguyur Hujan Dinihari, Ini Lokasi Banjir dan Longsor di Denpasar

Upaya pembersihan tersebut membuahkan hasil. Akses jalan yang sebelumnya tertutup kini sudah bisa dilalui kembali sehingga empat KK yang sempat terisolir dapat beraktivitas normal. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN