Akses jalan kabupaten di Banjar Sawagunung, Desa Pejeng Kangin, yang dilaporkan jebol. (BP/istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Akses jalan kabupaten di Banjar Sawagunung, Desa Pejeng Kangin, dilaporkan jebol setelah cuaca buruk melanda. Bahkan dalam kondisi alam tak bersahabat ini juga mengakibatkan pohon besar tumbang. Mirisnya, kerusakan ini terjadi pada ruas jalan yang baru saja selesai diaspal melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun anggaran 2025.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Gianyar, Made Gede Astawiguna, seizin Kadis PUPR, Selasa (24/2)  mengatakan insiden ini dipicu oleh akar pohon besar yang roboh dan menarik sebagian bahu jalan hingga ambles. Ruas yang terdampak merupakan jalur vital Wanayu – Kelusu – Pesalakan.

Baca juga:  PPKM Jawa-Bali, Ada Dua Aglomerasi Naik ke Level 2

Berdasarkan pemantauan di lapangan, kerusakan yang terjadi cukup signifikan.  Penyebab kerusakan jalan akibat  pohon tumbang yang akarnya menggerus bahu jalan. Dimensi kerusakan longsoran diperkirakan mencapai panjang 20 meter dengan kedalaman jurang sekitar 30 meter. Aspal di lokasi tersebut merupakan aspal baru hasil pengerjaan dari Balai Jalan Nasional.

Astawiguna menyampaikan pihak Dinas PUPR Gianyar, saat ini tengah melakukan langkah cepat untuk menangani situasi tersebut, terutama terkait status kepemilikan aset jalan yang baru diperbaiki. “Kami sedang berkoordinasi intensif dengan pihak Balai Jalan Nasional, mengingat aset aspal di lokasi tersebut secara administratif masih milik Balai karena bersumber dari kegiatan IJD 2025,” ujarnya.

Baca juga:  Jalan Dusun Tingas Rusak Barat Sejak 10 Tahun

Astawiguna menambahkan untuk penanganan jangka panjang, diperlukan pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) yang kuat guna mengantisipasi longsor susulan, mengingat kedalaman jurang yang cukup ekstrem. PUPR menginformasikan bagi masyarakat yang biasa melintasi jalur Wanayu – Kelusu – Pesalakan, diimbau untuk menggunakan jalur alternatif.

Masyarakat bisa menggunakan Jalur alternatif Jalur Dadapan – Pesalakan, dan Jalur Mancawarna – Pesalakan. “Masyarakat diharapkan tetap waspada saat melintasi area perbukitan atau jalur dengan pohon besar, terutama saat cuaca ekstrem melanda wilayah Gianyar,” tegas Astawiguna. (Wirnaya/balipost)

Baca juga:  Warga Prancis Turun ke Jalan Tuntut Pemakzulan Macron
BAGIKAN