Prosesi pembagian paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Badung, Rabu (18/2). (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Badung tetap berjalan selama bulan Ramadan 2026. Pemerintah memastikan seluruh siswa penerima manfaat tetap mendapatkan asupan gizi, meskipun pola penyaluran dan menu disesuaikan dengan kondisi puasa.

Koordinator Wilayah Pendistribusian MBG Badung, Kadek Lenni Jusmiarti saat dikonfirmasi, Kamis (19/2) mengatakan, pelaksanaan MBG di wilayah Badung tidak dihentikan saat Ramadan. Penyesuaian dilakukan pada jenis menu dan mekanisme distribusi agar tetap relevan bagi siswa muslim maupun nonmuslim.

Baca juga:  Dua Siswa SMP di Klungkung Raih Medali Dalam Kompetisi Sains Nasional

“Kebijakan ini mengikuti arahan terbaru terkait pelaksanaan program di daerah dengan komposisi penduduk beragam. Untuk penyaluran dan pendistribusian MBG menyesuaikan SPK Badan yang turun Rabu kemarin menyatakan bahwa di wilayah yang non muslim lebih medominasi dilakukan pendistribusian akan tetap diberlansungkan. Hanya saja menu yang diberikan berbeda, yakin siswa yang muslim diberikan paket MBH dalam tootbag, sedangkan siswan non muslim diberikan menu biasa,” ungkapnya.

Perbedaan juga terlihat pada jenis makanan. Siswa nonmuslim menerima menu basah seperti nasi, sayur, dan lauk pauk. Sementara itu, siswa muslim memperoleh paket makanan kering dalam kemasan tahan lama, seperti telur, roti, dan buah. “Bagi yang muslim menu yang diberikan bisa dibawa pulang atau dinikmati di sekolah bila hanya mejalankan puasa paruh waktu, namun bagi yang full puasanya bisa dibawa pulang,” katanya.

Baca juga:  Atasi Kabel Semrawut, Telkom Miliki Sejumlah Opsi Penataan

Dijelaskan, sebanyak 2.703 siswa menerima paket tootbag khusus Ramadan dari total 47.817 siswa penerima manfaat MBG di Badung. Penyesuaian ini akan diberlakukan sepanjang bulan Ramadan.

“Kebijakan ini bertujuan menjaga kecukupan gizi siswa tanpa mengganggu ibadah puasa. Paket yang dibagikan memungkinkan siswa tetap mengonsumsi makanan saat berbuka,” terangnya seraya menyebutkan program MBG tetap penting untuk menjaga kesehatan dan konsentrasi belajar siswa.

Baca juga:  Jadwal PKB, Kamis 11 Juli 2019

“Dengan penyesuaian menu, kami berharap seluruh peserta didik tetap mendapatkan manfaat program tanpa terkendala aktivitas keagamaan,” tegasnya. (Parwata/balipost)

 

BAGIKAN