
BANGLI, BALIPOST.com – Kecelakaan tunggal terjadi di jalan raya jurusan Penulisan–Pinggan, wilayah Desa Pinggan, Kintamani, Rabu (18/2). Sepeda motor Honda PCX nopol DK 6972 ZW terjun ke jurang sedalam 50 meter setelah mengalami rem blong. Motor tersebut dikendarai Andi Sasputra (38). Ia membonceng anaknya, Alissa Tania Sasputra (15). Keduanya merupakan warga Desa Lateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.
Kapolsek Kintamani, Kompol Made Dwi Puja Rimbawa menjelaskan kecelakaan bermula saat kendaraan melaju dari arah Penulisan menuju Desa Pinggan. Setibanya di lokasi kejadian yang merupakan jalan tikungan turun, diduga rem sepeda motor tidak berfungsi atau blong sehingga pengendara panik dan tidak bisa mengendalikan kendaraannya.
“Kendaraan kemudian jatuh ke jurang dengan kedalaman kurang lebih 50 meter dari badan jalan,” ujar Dwi Puja.
Beruntung, saat motor meluncur ke jurang, ayah dan anak tersebut terlepas dari kendaraan dan tersangkut di rerumputan lereng jurang. Korban kemudian meminta bantuan melalui panggilan darurat 112 serta menghubungi rekannya. Laporan kejadian diterima Polsek Kintamani sekitar pukul 12.15 WITA.
Mendapat laporan tersebut, empat personel Unit Lalu Lintas Polsek Kintamani langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Petugas bersama warga mengevakuasi korban dan membawa keduanya ke Puskesmas 1 Kintamani untuk mendapatkan penanganan medis.
“Setelah dilakukan pemeriksaan medis, kedua korban dinyatakan selamat dan hanya mengalami luka ringan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” terangnya.
Andi mengalami luka lecet pada bibir atas serta lebam di bahu kanan. Sementara Alissa mengalami lebam pada bahu kanan dan pergelangan kaki kanan.
Dwi Puja mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan laik jalan sebelum digunakan, terutama saat melintasi jalur pegunungan seperti di Kintamani.
“Kami mengimbau pengendara agar rutin memeriksa kondisi rem dan kendaraan secara berkala, serta lebih berhati-hati saat melintas di jalur turunan dan tikungan tajam untuk menghindari kejadian serupa,” imbaunya. (Dayu Swasrina/balipost)










