I Komang Dedi Suriantika saat melapor ke Polres Buleleng. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Seorang kurir bernama I Komang Dedi Suriantika (30), warga Desa Banyuaseri, Kecamatan Banjar, Buleleng, nyaris menjadi korban penembakan dengan senapan angin saat mengantarkan barang di Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Peristiwa tersebut terjadi, pada Sabtu (14/2) lalu dan kini telah dilaporkan ke Mapolres Buleleng.

Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, saat dikonfirmasi, Rabu (18/2) membenarkan adanya laporan tersebut.

Iptu Yohana menjelaskan, kejadian bermula saat korban hendak mengantarkan barang ke salah satu rumah konsumen di Desa Panji. Barang tersebut diantar menggunakan dua unit mobil. Saat tiba di sebuah persimpangan jalan, korban mengaku kebingungan mencari alamat tujuan dan memutuskan berhenti sejenak untuk memastikan lokasi. “Korban saat itu berhenti untuk bertanya dan memastikan lokasi rumah konsumennya,” ujar Iptu Yohana.

Baca juga:  Jembatan Putus Diterjang Banjir, Kurir Terjun ke Sungai di Busungbiu

Namun, saat berhenti itulah seorang warga berinisial K (45) merasa terganggu karena kendaraan korban dinilai menghalangi jalan. K kemudian membunyikan klakson berulang kali dan meneriaki korban agar tidak berhenti di tengah jalan.

Cekcok adu mulut pun sempat terjadi antara keduanya. Korban kemudian memilih melanjutkan perjalanan menuju rumah konsumennya. Namun situasi justru memanas setelah korban tiba di lokasi tujuan.

“Setelah korban tiba di rumah konsumennya, terlapor bersama anaknya datang dengan membawa senapan angin dan menodongkannya ke kepala korban,” ungkap Iptu Yohana.

Baca juga:  Tabanan Bikin Lintasan Panjat Tebing dan Rehab Debes

Tak hanya menodongkan senjata, K juga dikabarkan sempat menarik pelatuk. Beruntung korban sempat menghindar sehingga peluru hanya mengenai bagian rambutnya. Dalam kondisi panik, korban berusaha merebut senapan tersebut, namun dihalangi oleh terlapor dan anaknya. Korban akhirnya berhasil menendang senapan hingga terjatuh dan patah.

“Terlapor juga sempat mengatakan ingin membunuh korban. Korban kemudian menyelamatkan diri dengan masuk ke dalam rumah konsumennya,” imbuhnya.

Baca juga:  Cemburu, Pemuda Curi HP dan Aniaya Perempuan Bersuami

Atas kejadian itu, Kepala Desa Panji bersama Bhabinkamtibmas setempat sempat melakukan mediasi di lokasi. Namun korban menolak berdamai karena merasa trauma dan memilih melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Buleleng. “Laporan sudah diterima Sat Reskrim dan saat ini masih dilakukan penyelidikan serta pemeriksaan saksi-saksi,” tandas Iptu Yohana. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN