
DENPASAR, BALIPOST.com – Koran Bali Post pada hari ini, Rabu (18/2) menerbitkan beragam berita yang terjadi di seputar Bali dan Indonesia.
Dari perangin sampah plastik tak cukup dengan aksi bersih-bersih hingga dari “lulu” jadi “luwih,” ubah sampah plastik bernilai ekonomi.
1. Perangi Sampah Plastik Tak Cukup dengan Aksi Bersih-bersih
Denpasar (Bali Post) –
Sampah plastik terus membelit seolah tanpa solusi. Aksi bersih-bersih yang selalu digalakkan dinilai tidak akan cukup melawan sampah plastik.
Diperlukan komitmen bersama mulai dari mengubah perilaku hingga membangun sistem pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir.
Satu lagi hal yang perlu dilakukan adalah brand audit, mendata produsen yang paling banyak menghasilkan produk kemasan plastik yang mencemari sungai.
2. MBG di Bali Saat Ramadan, Di Sekolah Mayoritas Muslim Dihentikan Sementara
Denpasar (Bali Post) –
Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bali memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan Ramadan.
Namun, terdapat penyesuaian mekanisme pemberian makanan bagi siswa muslim yang bersekolah di
sekolah dengan mayoritas nonmuslim.
Sedangkan di sekolah mayoritas siswanya muslim, MBG dihentikan selama bulan Ramadan.
3. Mentan Didesak Stop Impor Babi dan Gratiskan Vaksin ASF
Denpasar (Bali Post) –
Ketua Umum BPD HIPMI Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih atau yang akrab disapa Ajus Linggih, menyampaikan langsung keluhan para peternak babi Bali kepada Menteri Pertanian (Mentan) RI dalam acara HIPMI pada Sidang Dewan Pleno di Makassar, Minggu (15/2).
Dua hal penting yang didesak untuk dijadikan kebijakan yakni stop impor babi dan gratiskan vaksin ASF (African Swine Fever) untuk babi milik peternak.
4. Semarak Perayaan Imlek 2577 Kongzili, Ritual Gunakan Canang Sari, Penjor dan Gebogan
Denpasar (Bali Post) –
Bali dan China memiliki ikatan sejarah yang sudah sangat tua.
Hal ini tercermin dari akulturasi perayaan Imlek di setiap kongco atau vihara. Sarana persembahyangan yang biasa digunakan di tradisi Hindu Bali seperti canang sari, penjor, kober hingga gebogan yang muncul saat Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
5. Dari ”Lulu” Jadi ”Luwih”, Ubah Sampah Plastik Jadi Produk Bernilai Ekonomis
Denpasar (Bali Post) –
Tumpukan sampah plastik yang diangkut dari sungai, subak, hingga pesisir Bali tak lagi berakhir di tempat
pembuangan.
Di gudang sortir Sungai Watch di Denpasar, sampah-sampah itu diperlakukan sebagai bahan baku bernilai ekonomi.
Manager Lapangan Sungai Watch, I Made Subagia, menjelaskan setiap sampah yang masuk ke gudang telah melalui proses panjang, mulai dari pemasangan trash barrier, patroli sungai, kegiatan clean up, hingga pengangkutan dari area subak di Denpasar Utara dan wilayah lain. (*)









