Cuaca ekstrem mengakibatkan pohon tumbang di wilayah Kecamatan Abiansemal. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pohon tumbang dan tanah longsor terjadi di sejumlah lokasi wilayah Kecamatan Abiansemal, Badung, Sabtu (14/2). Bencana alam tersebut terjadi di wilayah Banjar Pengembungan Sari Desa Bongkasa, angkul-angkul (gapura) rumah milik I Wayan Letus (58) ditimpa pohon enau.

Sedangkan tegalan milik pensiunan polisi, I Ketut Sutama (61) di Banjar Lambing, Desa Sibangkaja, longsor dengan kedalaman 4 meter.

Kapolsek Abiansemal Kompol Nyoman Karang Adiputra, Senin (16/2) mengatakan bencana alam itu terjadi sore. Terkait kejadian pohon tumbang menimpa angkul-angkul rumah Letus, Ni Made Mara (66) mengatakan awalnya terjadi hujan lebat disertai angin kencang.

Baca juga:  Tangani Sampah Sendiri, 'Wake Up Call' bagi Masyarakat Bali

Saat itu Mara berada di rumahnya atau TKP dan terkejut mendengar suara keras seperti ada pohon tumbang. Mara lamgsung mengecek sumber suara itu dan ternyata pohon enau tepat di pintu masuk rumahnya tumbang menimpa menimpa bangunan tersebut.

Atas kejadian tersebut Mara langsung menghubungi Bhabibkamtibmas dan Dinas Kebersihan DKP Desa Bongkasa. “Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian Rp 25 juta,” ujarnya.

Sedangkan pada Sabtu pukul 17.30 WITA, Sutama ke sungai yang berada di belakang rumahnya. Saat itulah ia melihat tanah pekarangannya longsor sedalam 4 meter. Peristiwa ini terjadi akibat hujan deras dari semalaman.

Baca juga:  Mulai 2026, Kolaborasi Gubernur Koster dan Wamen Fahri Hamzah Hapus RTLH di Bali

Ia baru melaporkan hal tersebut kepada Kelian Dinas Banjar Lambing pada Minggu (15/2) pada 17.00 WITA. Akibat kejadian itu, Sutama mengalami kerugian Rp 50 juta.

Pohon kelapa tumbang di jalan menuju rumah I Made Arntha (Jero Mangku Batur) di Banjar Dalem Desa Angantaka. Berdasarkan keterangan I Nyoman Sadru (60), pukul 09.00 WITA, ia berada di rumah untuk istirahat karena hujan lebat disertai angin kencang.

Baca juga:  Kios Pedagang di Pasar Dawan Klod Terbakar

tiba-tiba ia mendengar suara seperti ada pohon tumbang. Setelah dicek, ternyata pohon kelapa menimpa kabel listrik. Selanjutnya peristiwa ini dilaporkan ke Bhabinkamtibmas dan pihak terkait.

“Bhabinkamtibmas Desa Angantaka langsung mendatangi TKP dan berkoordinasi pihak pemerintah Desa Angantaka untuk melakukan pembersihan sekitar lokasi,” kata mantan Kapolsek Denpasar Timur ini.

Namun pemotongan dan pembersihan pohon tersebut saat itu tidak langsung bisa dilakukan karena menimpa kabel PLN. Ditambah lagi di lokasi jalan licin dan angin kencang. Setelah cuaca membaik barulah dilaksanakan pembersihan. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN