Sebanyak 2 ton lebih ikan Red Devil berhasil ditangkap dari perairan Danau Batur, Kintamani, Jumat (13/2). (BP/istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Sebanyak 2 ton lebih ikan Red Devil berhasil ditangkap dari perairan Danau Batur, Kintamani dalam aksi pengendalian yang dilaksanakan pemerintah bersama nelayan, Jumat (13/2). Ikan invasif tersebut selanjutnya dikirim ke unit pengolahan ikan di Pengambengan, Jembrana, untuk dijadikan tepung ikan.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma mengatakan, aksi pengendalian ini merupakan eksekusi atas kajian Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Bali terkait dominasi Red Devil di Danau Batur. Dalam aksi ini, pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Brida provinsi dan kabupaten, Forkopicam, DLH dan masyarakat nelayan.

Baca juga:  Sabtu Malam, Ratusan Naker Migran dari Prancis Tiba di Bandara Ngurah Rai

“Hari ini kami fasilitasi kelompok nelayan untuk menjual hasil tangkapannya ke unit pengolahan ikan di Pengambengan, atas kerjasama dinas Provinsi, provinsi memfasilitasi armada pengangkutannya,” ujar Sarma.

Menurutnya, jika tidak terkendala hujan, kelompok nelayan sebenarnya mampu menangkap lebih dari dua ton. Target awal tangkapan red devil 5 ton dalam satu minggu. Sarma berharap aksi ini menjadi percontohan bagi nelayan lain bahwa ikan Red Devil kini sudah memiliki nilai ekonomis.

Baca juga:  Pengendalian Covid-19, Satu Dari Enam Fokus APBN Tahun 2022

“Dengan adanya kepastian pembeli, masyarakat kami harapkan akan tergerak untuk terus melakukan pengendalian secara berkelanjutan,” tambahnya.

Ke depan, Dinas PKP Bangli berencana melembagakan kerja sama ini guna menjamin kepastian pasokan dan permintaan. Dengan demikian diharapkan populasi red devil dapat terus berkurang, sehingga ikan endemis danau Batur bisa berkembang.

“Selama ini Red Devil menjadi musuh bersama karena mengurangi hasil tangkapan nelayan. Sehingga dengan pengendalian ini diharapkan kedepan pendapatan nelayan yang selama ini berkurang bisa meningkat lagi,” terangnya.

Baca juga:  Kapal Tangkap Ikan Hiu Ditangkap di Selat Bali

Sebagaimana yang diketahui populasi ikan Red Devil diperkirakan telah menguasai 70 hingga 80 persen perairan Danau Batur, Kintamani. Dominasi ikan predator tersebut kian mengancam populasi ikan lokal di kawasan tersebut. Upaya penangkapan selama ini terus dilakukan para pembudidaya ikan serta nelayan setempat untuk menekan populasi red devil. Akan tetapi mereka kewalahan karena populasi ikan tersebut sangat tinggi. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN