Polisi bersama warga mengevakuasi korban yang ditemukan di Kawasan Konservasi Gunung Batur Bukit Payang, wilayah Desa Batur, Kintamani, Kamis (12/2) petang. (BP/Istimewa)

BANGLI, BALIPOST.com – Seorang perempuan lanjut usia (lansia), Ni Wayan Belentek (87), ditemukan meninggal dunia di Kawasan Konservasi Gunung Batur Bukit Payang, wilayah Desa Batur, Kintamani, Kamis (12/2) petang. Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh pihak keluarga sejak Sabtu pekan lalu.

Kasi Humas Polres Bangli Iptu I Ketut Gede Ratwijaya membenarkan adanya penemuan warga Banjar Susut, Desa Buahan, Payangan, Gianyar tersebut. Menindaklanjuti laporan penemuan lansia itu, tim gabungan yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Ngakan Ketut Erawan, bersama Tim Resmob, Unit Identifikasi, dan Polsek Kintamani langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Baca juga:  Mahasiswa Tewas Tertabrak Truk, Mobil Lain yang Terlibat Kabur 

Ratwijaya menjelaskan bahwa sebelumnya korban dilaporkan meninggalkan rumah sejak Sabtu (7/2) pagi dengan pamit mengaku akan ke rumah anaknya di Banjar Paket, Kintamani. Kepada keluarganya korban mengaku akan diantar oleh cucunya.

Karena korban kerap bepergian sendiri dengan menumpang kendaraan umum atau truk, keluarga awalnya tidak merasa curiga. Namun, saat dicek pada Minggu (8/2) malam, ternyata korban tidak ada di rumah anaknya tersebut.

Baca juga:  Bens Leo Berpulang

Pihak keluarga kemudian melakukan pencarian di wilayah Kintamani bersama-sama dengan warga Desa Batur. Setelah dilakukan pencarian selama 5 hari, pada Kamis (12/2) sekitar pukul 17.30 WITA, korban akhirnya berhasil ditemukan di TKP oleh keluarga dan warga Desa Batur dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya, keluarga korban melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian Polsek Kintamani.

Berdasarkan hasil olah TKP, pada saat ditemukan, korban dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi tengadah. Korban ditemukan hanya mengenakan kain kamben tanpa memakai baju. Di sekitar TKP tidak ditemukan benda-benda mencurigakan. “Berdasarkan pemeriksaan medis, korban diduga telah meninggal dunia sekitar 24 hingga 48 jam sebelum ditemukan,” jelasnya.

Baca juga:  Menderita Luka Bakar, Lansia Meninggal

Terdapat lebam pada tungkai kaki kiri, namun tidak ada ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Penyebab kematian korban diduga kuat akibat kondisi hipotermia atau hipoglikemia.

Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah “Berdasarkan keterangan tim medis, keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai sebuah musibah dan menolak untuk dilakukan proses otopsi,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN