Tim Pengawas Terpadu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali bersama instansi terkait terus menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan dan sub pangkalan LPG 3 Kg. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kelangkaan LPG 3 Kg atau yang dikenal dengan sebutan “Gas Melon” kembali terjadi di Kota Denpasar dalam beberapa hari terakhir. Warga dan pedagang kecil menjerit karena sulit mendapatkan gas bersubsidi tersebut, bahkan harganya melonjak hingga Rp 25 ribu per tabung di tingkat pengecer.

Kelangkaan tidak hanya terjadi di satu dua titik, namun dikeluhkan di sejumlah wilayah di Denpasar. Kondisi ini membuat warga harus berkeliling mencari tabung kosong untuk ditukar, sementara pelaku UMKM mengaku terpaksa menambah biaya operasional akibat lonjakan harga.

Baca juga:  Gelar Workshop Jurnalistik, Aksi Sosial SMSI Bali Disambut Positif

Terkait kondisi ini, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata, Rabu (11/2) menegaskan sejumlah laporan kelangkaan sudah ditindaklanjuti dan diintervensi langsung oleh Pertamina. Ia mengungkapkan, harga LPG 3 Kg di pangkalan resmi masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp 18 ribu per tabung.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali, IB Setiawan, mengatakan pihaknya telah turun menyikapi persoalan tersebut. “Sampun (sudah,red) turun tim gabungan baik Pemprov dan Disperindag Kota serta Hiswanamigas dan Pertamina,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (11/2).

Baca juga:  Tabanan Laporkan Tambahan Korban Jiwa COVID-19, Ini Asal Desa dan Riwayat Penyakitnya

Ia menjelaskan, kuota LPG 3 Kg untuk sembilan kabupaten/kota di Bali telah ditetapkan oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM RI. LPG bersubsidi tersebut diperuntukkan bagi rumah tangga sasaran sesuai DTSEN/desil 1–5 serta pelaku UMKM sesuai domisili atau KTP.

Namun demikian, pihaknya mengakui kemungkinan adanya penggunaan yang tidak tepat sasaran, khususnya di Kota Denpasar. Tidak menutup kemungkinan LPG 3 Kg juga digunakan oleh masyarakat di luar kriteria penerima subsidi.

Baca juga:  Ditutup Sejak 2020, China Beri Kesempatan Warganya Melancong ke LN

Untuk mengantisipasi kelangkaan, dikatakan PT Pertamina Patra Niaga bersama Hiswanamigas telah melakukan operasi pasar dan dropping tambahan di sejumlah titik.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi sesuai peruntukan, sehingga distribusi gas bersubsidi tetap tepat sasaran dan kelangkaan dapat segera teratasi. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN