
SINGASANA, BALIPOST.com – Kejadian menggelitik terjadi di kawasan Kota Tabanan, Kamis (5/2). Seekor sapi tampak berkeliaran dan berlari di ruas Jalan Pahlawan dan berpotensi membahayakan pengguna jalan. Bahkan video aksi sapi yang sempat dikejar petugas Bhabinkamtibmas Desa Dajan Peken ini sempat ramai di media sosial.
Bhabinkamtibmas Desa Dajan Peken Aiptu Bagus Arya mengatakan, saat itu ia tengah bertugas menjaga prosesi krama yang sedang menuju setra Desa Adat Kota Tabanan untuk melakukan upacara pengabenan. Sapi itu pertama kali terlihat berlari kencang dari wilayah Banjar Sakenan, Desa Delod Peken menuju arah timur. Karena dianggap membahayakan pengguna jalan, iapun memutuskan untuk mengejar sapi tersebut.
Namun, sapi tersebut tidak mudah dihentikan. Hewan ternak itu justru terus berlari melewati Jalan KS Tubun, berlanjut ke Jalan Diponegoro arah utara, hingga akhirnya masuk ke sebuah gudang di wilayah Banjar Kamasan. Dengan upaya pengamanan selama sekitar lima jam, sapi tersebut akhirnya dijemput oleh pemiliknya. “Sudah dijemput pemiliknya, karena mereka dapat informasi dari media sosial,” kata Aiptu Bagus Arya.
Pemilik sapi diketahui adalah Abdu Hadi, warga Kampung Jawa di sekitar Pasar Kodok Tabanan, yang langsung melakukan pencarian setelah sempat mendapati sapinya viral di media sosial. Sekitar pukul 13.00 Wita, sapi tersebut dijemput dari kebun tempat dia diamankan sebelumnya setelah dipastikan tidak kembali ke jalan raya. “Sapinya memang agresif,” jelas Aiptu Bagus Arya.
Diketahui, sapi tersebut sudah terlepas sejak Rabu malam dari ikatan di kebun pemiliknya di wilayah Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken. Pemilik sempat mencari, namun tidak menemukannya hingga akhirnya sapi masuk ke jalan utama. “Syukur tidak ada warga atau pengendara yang celaka akibat kejadian ini,” pungkasnya.(Puspawati/balipost)










