Umat mulai melakulan persiapan jelang Imlek 2577. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kabupaten Buleleng akan dimulai Selasa (10/2) mendatang. Perayaan Imlek umat Tridharma ini diawali dengan persembahyangan sakral mengantar para dewa naik ke langit (dewa naik) yang dilaksanakan tepat tengah malam di dua Tempat Ibadat Tridharma (TITD) di wilayah Buleleng.

Ketua PTITD SHB dan LGK Buleleng, Wirasanjaya, menjelaskan prosesi dewa naik merupakan penanda dimulainya seluruh rangkaian perayaan Imlek di Buleleng. Setelah itu, umat Tridharma melanjutkan ritual pembersihan rupang dewa-dewi pada Rabu (11/2). “Prosesi ini menjadi pembuka seluruh rangkaian perayaan Imlek di Buleleng,” ujarnya, Selasa (3/2).

Baca juga:  Padang Luwih Juga Punya Ritual "Perang Ketupat"

Puncak perayaan Imlek 2577 dijadwalkan berlangsung pada Senin (16/2). Pada hari tersebut, umat Tridharma melaksanakan persembahyangan besar yang dirangkai dengan prosesi penyambutan Tahun Baru Imlek. Momentum ini menjadi pusat kegiatan spiritual sekaligus budaya bagi umat Tridharma di Buleleng.

Dalam rangkaian penyambutan tahun baru, tradisi menyalakan kembang api tetap dilakukan, meski tidak digelar semeriah tahun-tahun sebelumnya. Menurut Wirasanjaya, kembang api memiliki makna simbolis sebagai sarana mengusir energi negatif.

“Kembang api ini melambangkan upaya mengusir roh-roh jahat, sehingga di tahun yang baru kekuatan negatif dapat ditekan dan kekuatan positif tumbuh lebih baik,” jelasnya.

Baca juga:  Produksi Cabai Turun Penyebab Harga Naik

Empat hari setelah puncak Imlek, umat kembali melaksanakan persembahyangan menyambut para dewa turun pada Jumat (20/2). Rangkaian ritual kemudian berlanjut dengan persembahyangan pada Selasa (24/2) tepat pukul 00.00 Wita.

Seluruh rangkaian perayaan Imlek 2577 ditutup dengan persembahyangan Cap Go Meh yang digelar Selasa (3/3). Pada prosesi ini, umat juga melaksanakan ritual tolak bala atau cisuak yang dipusatkan di Klenteng TITD Ling Gwan Kiong, kawasan Pelabuhan Tua Buleleng. Pada malam harinya, masyarakat akan disuguhkan pertunjukan barongsai.

Baca juga:  Besok, MDP Gelar Pasamuhan Agung VI

Wirasanjaya menambahkan, pada Imlek 2577 terdapat sejumlah shio yang mengalami ciong besar, yakni shio Kuda dan Tikus, sedangkan ciong kecil dialami shio Ayam dan Kelinci. Tahun 2026 sendiri merupakan Tahun Kuda Api yang melambangkan tenaga dan energi besar. “Energi dan tenaga dipastikan besar di Tahun Kuda, namun juga diperkirakan disertai gejolak yang cukup tinggi. Karena itu umat diimbau lebih waspada dan mampu mengendalikan diri,” tandasnya. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN