
DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan bahwa Bali tetap kokoh sebagai destinasi pariwisata dunia, meskipun menjelang akhir 2025 diterpa berbagai isu negatif seperti sampah, kemacetan, hingga narasi miring dari sejumlah pihak, termasuk kompetitor pariwisata internasional.
“Astungkara, Bali tetap kuat. Indikatornya jelas dan terukur,” tegas Koster, Selasa (3/2).
Pertama, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 7.050.000 orang, meningkat 750.000 wisatawan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 6.300.000 orang. Capaian ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali sebelum 2025.
Kedua, Bali kembali menorehkan prestasi global dengan dinobatkan sebagai destinasi wisata terbaik nomor satu di dunia versi Tripadvisor.
Namun demikian, Koster mengingatkan bahwa status Bali sebagai destinasi terbaik dunia harus diiringi dengan penyelesaian persoalan mendasar, terutama masalah sampah. “Masalah sampah harus segera dituntaskan karena menyangkut citra pariwisata Bali,” ujarnya.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bali bersama pemerintah kabupaten/kota terus mempercepat penanganan sampah melalui berbagai model, mulai dari pengelolaan sampah berbasis sumber, pembangunan teba modern, pengadaan komposter, hingga pembangunan TPS3R dan TPST.
Selain itu, Bali juga tengah memproses pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) melalui skema Danantara. Peletakan batu pertama direncanakan Maret 2026, dengan masa pembangunan 8–12 bulan dan ditargetkan beroperasi tahun 2027. Fasilitas ini mampu mengolah minimal 1.000 ton sampah per hari dari wilayah Denpasar dan Badung.
“Jika PSEL sudah beroperasi, saya optimistis masalah sampah di Bali bisa selesai akhir 2027 atau awal 2028,” kata Koster.
Terkait perhatian Presiden RI terhadap persoalan sampah di Bali, Koster menegaskan hal tersebut harus dimaknai sebagai bentuk komitmen dan kecintaan Presiden kepada Bali.
“Atas kepedulian Bapak Presiden, kami sangat bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas semangat dan motivasi yang diberikan,” ujarnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, pihaknya langsung menggelar rapat koordinasi bersama Bupati Badung, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Kajati, dan Danrem. Fokus utama diarahkan pada penanganan sampah pantai, khususnya Pantai Kuta, yang kerap terdampak sampah kiriman saat musim hujan.
Dalam waktu dekat, Pemprov Bali akan membentuk Satgas khusus Pantai Kuta yang bertugas melakukan penanganan cepat. Targetnya, dalam waktu satu jam pantai sudah kembali bersih saat terjadi kiriman sampah dari luar Bali.
Selain itu, akan digelar gotong royong rutin di Pantai Kuta dengan melibatkan masyarakat dan pelajar sebagai bagian dari edukasi dan gerakan bersama menjaga Bali tetap bersih dan bermartabat di mata dunia. (Ketut Winata/balipost)










